Disdikpora Pandeglang Usulkan 10 Nama Calon Kepala Sekolah Rakyat

  • 26 Jun 2026 17:26 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Pandeglang, - Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pandeglang memastikan mekanisme penjaringan peserta didik baru di Sekolah Rakyat Cadasari tidak akan menggunakan sistem pendaftaran terbuka seperti sekolah umum. Kepala Disdikpora Kabupaten Pandeglang, Sutoto mengatakan selain penjaringan siswa, saat ini Dinas pun tengah mempersiapkan tenaga operasional pendukung dalam pelaksanaan pembelajaran nantinya.

Seiring dengan persiapan operasional yang dijadwalkan berjalan penuh pada bulan Juli mendatang, focus Pemerintah Daerah (Pemda) Pandeglang kini beralih pada pemenuhan aspek manajerial dan penyiapan struktur tenaga pendidik. "Kita diminta menyiapkan calon Kepala Sekolah, kedudukannya ada di Kabupaten Pandeglang. Calon Kepala Sekolahnya diusulkan untuk wilayah Kabupaten Pandeglang, dan ini suatu keuntungan bagi Kabupaten Pandeglang," kata Sutoto, Jumat 26 Juni 2026.

Sutoto menjelaskan, pihaknya telah resmi menyodorkan sebanyak 10 nama representatif dari internal tenaga kependidikan daerah untuk mengisi pos pimpinan lembaga. Nama-nama tersebut nantinya akan melewati tahapan saringan ujian dan seleksi kompetensi akhir yang diuji secara kolektif oleh Kementerian Sosial serta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Dari total sepuluh orang yang ditugaskan, tiga di antaranya nantiny akan resmi mengemban posisi sebagai kepala sekolah. Sutoto merinci, komposisi penugasan birokrasi tersebut mencakup masing-masing untuk jabatan Kepala SD, Kepala SMP, dan Kepala SMA.

"Dari 10 orang itu yang menjadi kepala sekolah tiga orang. Satu Kepala SD, satu SMP dan satu Kepala SMA," ujar Sutoto merinci komposisi penugasan birokrasi tersebut.

Kehadiran Sekolah Rakyat dengan konsep boarding school atau berasrama ini dinilai strategis dalam membentuk karakter, kedisiplinan, serta jiwa kepemimpinan anak sejak usia sekolah. Pola pendidikan terintegrasi yang menyerupai sistem pondok pesantren modern ini diharapkan Sutoto mampu melahirkan generasi muda daerah yang tangguh dan mandiri.

Saat ini, progres konstruksi fisik bangunan sekolah sudah menyentuh angka 70 persen dan ditargetkan rampung tepat waktu sebelum pergantian kalender akademik. Pihak dinas menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pemenuhan mutu pengajaran agar implementasi program unggulan Presiden Prabowo Subianto ini berjalan lancar di tingkat daerah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....