Sektor Pesisir Topang Destinasi Pariwisata Banten
- 19 Jun 2026 16:06 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Pandeglang - Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Banten memprioritaskan pelestarian kawasan pesisir laut sebagai pilar utama penopang industri pariwisata daerah jangka panjang. Langkah konservasi ekosistem bahari dinilai krusial mengingat mayoritas objek kunjungan wisata di tanah jawara mengandalkan keindahan serta kelestarian wilayah pantai.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten, Eli Susiyanti, mengonfirmasi kontribusi destinasi berbasis pesisir mendominasi hingga 65 persen dari total sektor pariwisata di Banten. Potensi bentang alam yang besar tersebut dinilainya menuntut kepedulian bersama dari berbagai kelompok pemerhati lingkungan guna menjaga keberlanjutan daya tarik wisata.
"Hari ini kita bukan saja meluncurkan program, tapi saya berharap ke depan pesisir laut ini menjadi masa depan kita karena di sektor pariwisata di Banten ini 65 persen destinasi wisata adalah pesisir," kata Eli Susiyanti, Jumat 19 Juni 2026.
Pemerintah daerah mengapresiasi inisiatif peluncuran program jaminan lingkungan bertajuk Pesisir Berdaya Lestari di perairan Desa Sukarame, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang pada Kamis 18 Juni 2026. Agenda strategis hasil kolaborasi korporasi BUMN dan kalangan akademisi ini mengintegrasikan aksi transplantasi terumbu karang dengan penguatan kapasitas ekonomi masyarakat.
Dispar menekankan pentingnya hilirisasi pemanfaatan program agar hasil kerja sama lintas institusi tersebut dapat dirasakan langsung oleh warga lokal. Gerakan menjaga ekosistem pantai diposisikan Eli sebagai investasi masa depan yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan komunal.
Kesadaran kelompok sadar wisata dalam melestarikan biota bawah laut di kawasan Carita diharapkannya mampu memicu pertumbuhan angka kunjungan pelancong. Keaktifan komunitas lokal dalam mengelola kebersihan pantai ditegaskannya menjadi indikator utama dalam keberhasilan penataan destinasi wisata berbasis keberlanjutan.
Dinas Pariwisata berkomitmen untuk terus mengawal implementasi rencana induk pengembangan pesisir ini agar tidak berhenti pada tataran seremonial belaka. Sinkronisasi program pelestarian alam dan penguatan usaha mikro berbasis hasil laut disebut Eli menjadi target capaian bersama hingga akhir tahun dua ribu dua puluh enam.
"Kolaborasi hanyalah sebatas kolaborasi jika kemudian dari hasil kolaborasi ini juga tidak termanfaatkan oleh masyarakat. Ini luar biasa kolaborasinya sudah kita mulai dan tinggal bagaimana ke depan kita menjaga hasil dari kolaborasi ini dan kemudian memanfaatkannya," ujar Eli.
Keberhasilan menjaga kelestarian perairan Sukarame diproyeksikan menjadi model percontohan bagi tata kelola destinasi wisata pesisir lain di wilayah Banten. Pariwisata daerah diyakini akan tumbuh maju seiring meningkatnya komitmen kolektif dalam menekan pencemaran limbah di muara laut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....