Hasbi Perkuat Pertanian dan Infrastruktur Kabupaten Lebak

  • 22 Mei 2026 22:34 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Lebak - Bupati Lebak Moch. Hasbi Asyidiqi Jayabaya, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Lebak dalam memperkuat sektor pertanian sebagai fondasi pembangunan daerah. Komitmen tersebut juga diarahkan untuk mendukung ketahanan pangan nasional yang menjadi program prioritas pemerintah pusat.

Hasbi mengatakan Kabupaten Lebak memiliki potensi besar untuk menjadi daerah penyangga kebutuhan pangan nasional. “Lebak sebagai daerah aglomerasi harus berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional,” ujar Hasbi, di Rangkasbitung, Jum'at, 23 Mei 2026.

Menurutnya, tahapan pembangunan sektor pangan harus dimulai dari terciptanya ketahanan pangan daerah terlebih dahulu.

“Setelah ketahanan pangan terwujud, baru kita menuju swasembada pangan,” katanya.

Hasbi menjelaskan sektor hortikultura memiliki prospek ekonomi yang sangat menjanjikan bagi masyarakat Kabupaten Lebak. Permintaan pasar terhadap hasil pertanian hortikultura dinilai terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

Bahkan, peluang pemasaran hasil pertanian kini terbuka hingga ke jaringan ritel modern. Karena itu, pemerintah daerah mendorong kelompok tani untuk mengembangkan sistem pertanian yang produktif dan berbasis teknologi.

“Kami ingin petani Lebak mampu menghasilkan produk berkualitas yang memiliki daya saing tinggi,” ujarnya.

Selain sektor pertanian, pembangunan infrastruktur jalan juga menjadi perhatian utama Pemerintah Kabupaten Lebak. Menurut Hasbi, infrastruktur yang baik menjadi faktor penting dalam memperlancar distribusi hasil pertanian masyarakat.

Ia menilai akses jalan yang memadai akan berdampak langsung terhadap peningkatan aktivitas ekonomi warga. “Di rumah ibadah bagus, di depannya jalannya rusak sebagai akses, tidak ada artinya,” kata Hasbi.

Ia mencontohkan, hasil perkebunan tidak akan memberikan manfaat maksimal apabila akses jalan menuju lokasi masih buruk. “Ada kebun kalau akses jalannya tidak baik, tidak ada,” ucapnya.

Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), Pemkab Lebak menetapkan empat sektor prioritas pembangunan. Keempat sektor tersebut meliputi pembangunan infrastruktur jalan, penguatan ketahanan pangan, penghapusan kemiskinan ekstrem, dan penataan kawasan perkotaan.

Program penghapusan kemiskinan ekstrem dilakukan melalui pembangunan rumah tidak layak huni bagi masyarakat. Hasbi menekankan pentingnya menjaga lahan pertanian pangan berkelanjutan agar tidak terus mengalami alih fungsi.

“Lahan pangan berkelanjutan harus dipertahankan. Tidak semua lahan bisa diubah fungsi,” ujarnya.

Hasbi turut menyoroti perhatian besar pemerintah pusat terhadap program ketahanan pangan nasional. Menurutnya, Presiden ingin seluruh elemen negara bergerak bersama mendukung penguatan sektor pangan.

“Presiden ingin seluruh kekuatan negara bergerak bersama mewujudkan ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

Di tengah semangat pembangunan tersebut, Hasbi mengungkapkan kondisi fiskal Kabupaten Lebak saat ini menghadapi tantangan akibat pemotongan transfer ke daerah dari pemerintah pusat. “Tahun ini pemotongan TKD Kabupaten Lebak mencapai Rp118 miliar. Bahkan semalam masih ada defisit sekitar Rp120 miliar,” ucapnya.

Meski demikian, ia optimistis pembangunan daerah tetap dapat berjalan melalui kolaborasi lintas sektor dan pengelolaan anggaran yang transparan. “Sekarang era transparansi. Semua bisa diakses publik. Pemimpin harus amanah dan memikirkan kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Ketua Kadin Provinsi Banten, Amal Jayabaya menyatakan pihaknya siap mendukung pemasaran hasil pertanian masyarakat Kabupaten Lebak. Menurut Amal, Kadin siap menjadi offtaker untuk membantu menyerap hasil produksi petani lokal. “Kita harus mendongkrak petani supaya mendapatkan profit yang lebih baik,” kata Amal Jayabaya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....