Pemkab Lebak Genjot Produksi Ikan untuk Program MBG
- 10 Mei 2026 05:36 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Lebak - Pemerintah Kabupaten Lebak terus mendorong peningkatan produksi ikan tawar guna memenuhi kebutuhan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kepala Bidang Pengelolaan Perikanan Budidaya Dinas Perikanan Kabupaten Lebak,Deni Iskandar , mengatakan pemerintah daerah bekerja keras agar produksi ikan tawar lokal mampu menyuplai kebutuhan program tersebut.
Menurut Deni, langkah itu sejalan dengan kebijakan Bupati Lebak, Moch. Hasbi Jaya, yang ingin sektor perikanan menjadi penggerak ekonomi masyarakat desa. “Harapan kami produksi ikan tawar lokal bisa memenuhi kebutuhan dapur SPPG sehingga perputaran ekonomi masyarakat meningkat,” kata Deni di Rangkasbitung, Sabtu, 9 Mei 2026.
Ia menjelaskan, saat ini pasokan ikan untuk kebutuhan konsumsi program MBG masih banyak didatangkan dari luar daerah karena produksi lokal belum sepenuhnya mencukupi. Namun demikian, Pemkab Lebak optimistis dalam beberapa tahun ke depan kebutuhan ikan tawar untuk program MBG dapat dipenuhi dari hasil budidaya masyarakat setempat.
“Kami optimistis produksi ikan lokal mampu memenuhi kebutuhan SPPG. Jika itu tercapai, maka pendapatan masyarakat pembudidaya ikan juga akan meningkat,” ujarnya.
Untuk mencapai target tersebut, pemerintah daerah kini fokus melakukan perbaikan sarana dan prasarana Balai Benih Ikan (BBI), mulai dari rehabilitasi kolam hingga penyediaan sumber air bersih. Deni mengungkapkan, kebutuhan benih ikan tawar di Kabupaten Lebak mencapai sekitar 2 juta benih per tahun.
Namun, produksi yang mampu dipenuhi untuk Unit Pembenihan Rakyat (UPR) baru sekitar 100 ribu benih. “Karena itu, perbaikan fasilitas BBI menjadi sangat penting agar kebutuhan benih ikan dapat terpenuhi untuk para pembudidaya,” katanya.
Selain pembenahan fasilitas, pemerintah daerah juga memperkuat pemberdayaan kelompok pembudidaya ikan agar mampu meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas usaha mereka. Saat ini, kata Deni, terdapat sekitar 660 kelompok pembudidaya ikan yang secara bertahap menerima bantuan benih ikan tawar dari pemerintah daerah.
“Kami ingin kelompok pembudidaya ikan semakin mandiri dan mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga mereka,” ujarnya.
Pemerintah daerah juga mengoptimalkan peran penyuluh perikanan untuk memberikan pendampingan kepada masyarakat mengenai Cara Budidaya Ikan yang baik atau CBIB. Deni menyebutkan, kebutuhan ikan tawar untuk program MBG diperkirakan mencapai 500 kilogram per dapur SPPG dengan asumsi empat ekor ikan per kilogram.
Jumlah tersebut diperkirakan mampu melayani sekitar 2.500 hingga 3.000 penerima manfaat. “Produksi ikan tawar Kabupaten Lebak pada 2025 mencapai 4.000 ton dengan nilai perputaran uang sekitar Rp141 miliar. Tahun 2026 kami targetkan meningkat menjadi 5.000 ton, terdiri atas ikan emas, nila, gurame, patin, bawal, udang vaname, dan lele,” ucap Deni.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....