BGN Lebak Perketat Pengawasan Program Makan Bergizi

  • 01 Mei 2026 22:39 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Lebak - Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Lebak, Banten, meminta Satuan Tugas (Satgas) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memperketat pengawasan terhadap satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG). Langkah ini dilakukan untuk memastikan makanan yang didistribusikan kepada masyarakat tetap berkualitas dan aman dikonsumsi.

Ketua Koordinator BGN Kabupaten Lebak, Asep Royani, mengatakan pengawasan menjadi aspek penting dalam menjaga keberhasilan program MBG di daerah tersebut. Ia menegaskan kualitas makanan harus menjadi prioritas utama.

“Kami meminta Satgas MBG agar memperketat pengawasan SPPG, sehingga makanan yang diberikan benar-benar layak konsumsi dan memenuhi standar gizi,” ujar Asep Royani di Lebak, Jumat 1 Mei 2026.

Menurut Asep, hingga saat ini terdapat 194 SPPG yang aktif mendistribusikan makanan ke sekolah-sekolah dan posyandu di wilayah Kabupaten Lebak. Jumlah tersebut membutuhkan pengawasan intensif agar tidak terjadi kelalaian.

Pengawasan dilakukan secara menyeluruh untuk mencegah adanya makanan basi atau tidak berkualitas yang dapat berdampak buruk bagi penerima manfaat, terutama anak-anak dan ibu hamil.

BGN Kabupaten Lebak memastikan akan terus melakukan evaluasi berkala terhadap pelaksanaan program MBG agar berjalan sesuai tujuan yang diharapkan. “Kami berkomitmen menjaga kualitas program ini agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Asep Royani.

Melalui pengawasan yang ketat dan kolaborasi lintas sektor, program MBG di Kabupaten Lebak diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat serta menciptakan generasi unggul di masa mendatang.

Ketua Satgas Program MBG Kabupaten Lebak, Amir Hamzah, mengatakan pihaknya telah memperketat sistem pengawasan dengan melibatkan berbagai pihak terkait. Kolaborasi ini dinilai penting untuk menjaga mutu layanan.

“Kami melakukan pengawasan lebih ketat dengan melibatkan pemerintah daerah, BGN, BPOM, ahli nutrisi, serta dukungan TNI dan Polri,” kata Amir Hamzah.

Ia menjelaskan, pengawasan tersebut mencakup proses produksi hingga distribusi makanan kepada penerima manfaat. Setiap tahapan dipastikan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

“Menu makanan yang disiapkan harus memenuhi standar kualitas, bergizi, higienis, bersih, dan tentu saja aman untuk dikonsumsi,” ujarnya.

Amir menambahkan, program MBG merupakan salah satu langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Program ini dinilai sebagai investasi jangka panjang. “Program ini adalah investasi besar dalam pembangunan SDM menuju Indonesia Emas 2045,” ucapnya.

Ia menuturkan, pemenuhan kebutuhan gizi sejak dini menjadi faktor penting dalam menciptakan generasi yang sehat dan produktif di masa depan. Dengan asupan gizi yang cukup, anak-anak diharapkan dapat tumbuh optimal, memiliki daya tahan tubuh yang baik, serta mampu mengikuti proses belajar dengan maksimal.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....