Dukung Swasembada Pangan, Distan Lebak Cetak Sawah Baru
- 27 Apr 2026 09:52 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Lebak - Pemerintah Kabupaten Lebak, mencetak sawah baru seluas 217 hektare pada tahun 2026 guna mendukung program swasembada pangan sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.
Program percetakan sawah baru tersebut dinilai sangat strategis mengingat Kabupaten Lebak selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung pangan utama di Provinsi Banten.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Rahmat Yuniar, mengatakan rencana tersebut telah melalui tahapan kajian matang, termasuk survei investigasi dan desain (SID) yang melibatkan akademisi.
“Percetakan sawah baru ini sangat layak dilaksanakan karena sudah melalui kajian teknis dari tim survei investigasi dan desain yang melibatkan akademisi,” ujar Rahmat, Senin, 27 April 2026.
Lokasi percetakan sawah baru tersebar di beberapa kecamatan, di antaranya Kecamatan Cihara, Gunungkencana, dan Cibeber. Menurut Rahmat, pemilihan lokasi tersebut mempertimbangkan potensi lahan serta kesiapan infrastruktur pendukung pertanian. “Kami berharap pembangunan sawah baru ini dapat dikelola oleh kelompok tani sehingga mampu meningkatkan produksi pangan sekaligus kesejahteraan mereka,” katanya.
Selama ini, Kabupaten Lebak memiliki luas lahan baku sawah sekitar 52 ribu hektare dengan indeks pertanaman mencapai tiga kali dalam setahun. Dengan intensitas tanam tersebut, total luas tanam efektif mencapai sekitar 156 ribu hektare per tahun.
Produksi gabah yang dihasilkan dari lahan tersebut mencapai lebih dari 700 ribu ton setiap tahunnya. Jika dikonversikan menjadi beras, jumlah tersebut setara dengan sekitar 440 ribu ton beras.
Sementara kebutuhan konsumsi masyarakat Kabupaten Lebak yang berjumlah sekitar 1,5 juta jiwa hanya mencapai 180 ribu ton beras per tahun. Hal ini menunjukkan, Kabupaten Lebak mengalami surplus beras hingga sekitar 260 ribu ton setiap tahunnya.
“Kita meyakini dengan adanya percetakan sawah baru, produksi pangan akan semakin meningkat dan memperkuat ketahanan pangan daerah maupun nasional,” ujar Rahmat.
Para petani setempat pun menyambut baik program tersebut karena dinilai mampu membuka peluang peningkatan pendapatan. “Kami berharap sawah baru ini benar-benar dikelola oleh kelompok tani sehingga manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat,” kata salah seorang petani di Kecamatan Cibadak, Uyun.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....