TNI dan Warga Gotong Royong Bangun Jembatan
- 19 Apr 2026 19:53 WIB
- Banten
PANDEGLANG, RRI.CO.ID – Sinergi antara prajurit TNI dan masyarakat menjadi penggerak utama dalam percepatan pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Kabupaten Pandeglang. Proyek yang dikerjakan secara swakelola ini mengedepankan nilai gotong royong untuk mengatasi hambatan geografis di wilayah sungai-sungai besar. Pelibatan warga lokal tidak hanya mempercepat pengerjaan fisik, tetapi juga menumbuhkan rasa memiliki terhadap infrastruktur yang dibangun di lingkungan mereka.
Komandan Kodim (Dandim) 0601/Pandeglang, Letkol Inf Afri Swandi Ritonga mengatakan pengerjaan empat titik jembatan gantung saat ini melibatkan personel serta masyarakat setempat. Di lokasi proyek seperti Sungai Cibaliung dan Sungai Cikasap misalnya, terlihat puluhan warga bahu-membahu bersama teknisi militer melakukan penggalian dan pembesian fondasi. Menurut Ritonga pola kerja sama ini terbukti efektif dalam memangkas waktu pengerjaan di tengah tantangan cuaca yang fluktuatif.
"Pembangunan jembatan gantung ini merupakan kolaborasi antara TNI AD, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk membuka akses wilayah terisolasi. Pengerjaannya dilakukan bersama-sama mulai dari galian sampai pembesian fondasi," kata Ritonga, Minggu 19 April 2026.
Ia menyebut pembangunan jembatan di Kampung Sinarsari, Desa Cibingbin, menjadi salah satu contoh keberhasilan integrasi antara tenaga ahli dan tenaga swadaya. Dengan panjang bentang jembatan mencapai 50 meter, partisipasi 12 orang warga lokal dinilainya sangat membantu tugas personel TNI dan teknisi dalam mendistribusikan material ke lokasi sulit.
Menurutnya keterlibatan masyarakat dalam pembangunan jembatan gantung ini juga mencakup aspek pengawasan kualitas material yang masuk ke lokasi proyek. Setiap tahap pekerjaan, mulai dari galian hingga betonisasi, dilakukan dengan standar teknis ketat agar jembatan mampu menahan beban kendaraan roda dua secara aman. Kodim Pandeglang memastikan seluruh proses pembangunan berjalan transparan dan akuntabel sesuai dengan rencana anggaran yang telah ditetapkan.
Ritonga berharap pembatan perintis garuda tersebut diharapkan mampu mendongkrak kesejahteraan warga melalui kelancaran distribusi hasil bumi dari desa ke pusat pertumbuhan ekonomi. Setelah jembatan berfungsi, menurutnya waktu tempuh yang sebelumnya memakan waktu lama akibat harus memutar jalan kini bisa dipangkas signifikan.
"Pelibatan personel mencakup teknisi dan masyarakat yang tampak aktif setiap harinya meski cuaca sering mendung. Kami ingin jembatan ini benar-benar menjadi milik warga yang dirawat bersama-sama untuk meningkatkan ekonomi desa," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....