Jembatan Perintis Garuda: Solusi Konkret Atasi Wilayah Terisolasi

  • 19 Apr 2026 19:47 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Pandeglang - Kehadiran Jembatan Perintis Garuda di wilayah pelosok Kabupaten Pandeglang diproyeksikan mampu menghapus risiko bahaya bagi anak-anak sekolah saat melintasi sungai. Selama bertahun-tahun, pelajar di wilayah Cisuaken dan Cikasap terpaksa menaruh nyawa dengan menggunakan jembatan bambu yang kerap putus diterjang banjir. Pembangunan jembatan gantung permanen oleh Kodim 0601/Pandeglang kini menjadi harapan baru bagi peningkatan kualitas pendidikan di daerah "blind spot" atau titik buta pembangunan.

Dandim 0601/Pandeglang, Letkol Inf Afri Swandi Ritonga mengungkapkan prioritas pembangunan menyasar lokasi yang menjadi jalur utama aktivitas harian pelajar menuju sekolah. Jembatan di Sungai Cisuaken misalnya, menurutnya pembangunan tersebut dibangun sebagai akses vital bagi anak-anak untuk mengejar ketertinggalan pendidikan tanpa harus khawatir terhambat debit air sungai yang naik.

"Yang di Sungai Cisuaken itu memang jalan utama masyarakat menuju sekolah ataupun aktivitas kegiatan lainnya yang selama ini tidak ada jembatan sama sekali. Begitu juga di Sungai Sosokan yang dulu swadaya masyarakat namun sekarang sudah putus total diterjang banjir," kata Ritonga, Minggu 19 April 2026.

Selain aspek pendidikan, menurut Ritonga jembatan ini juga dirancang untuk memutus stigma desa terisolasi di Pandeglang yang selama ini sulit dijangkau kendaraan logistik. Di Kecamatan Cibaliung contohnya, Ia menyebut keberadaan jembatan sepanjang 50 meter akan menyambungkan interaksi sosial bagi 700 KK antara Desa Sorongan dan Desa Cibingbin.

Struktur jembatan gantung dipilihnya agar posisi jembatan berada jauh di atas permukaan air tertinggi saat terjadi luapan banjir bandang. Penguatan akses ini diyakininya akan mempercepat distribusi hasil tani warga menuju pusat keramaian sehingga biaya transportasi dapat ditekan secara signifikan.

"Harapan kami jembatan ini benar-benar bermanfaat bagi masyarakat, terutama anak sekolah agar mereka bisa melintas dengan aman tanpa rasa takut. Kami membangun jembatan gantung dengan ketinggian di atas permukaan banjir agar aktivitas pendidikan tetap berjalan meskipun cuaca sedang ekstrem," katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....