Lima Desa Lebak Diusulkan jadi Kampung Nelayan

  • 06 Apr 2026 22:26 WIB
  •  Banten
Poin Utama
  • tiga desa yang berpotensi besar menjadi desa penyangga adalah wilayah di Kecamatan Cilograng, Wanasalam, dan Bayah.
  • Ketiganya dinilai memiliki kesiapan dari segi sumber daya dan aktivitas nelayan.
  • Pemkab Lebak sangat optimistis bahwa seluruh desa yang diusulkan memiliki peluang untuk berkembang, baik sebagai desa penyangga maupun sebagai kampung nelayan utama.
  • Pemerintah Kabupaten Lebak melalui Dinas Perikanan setempat mengusulkan lima lokasi untuk dijadikan Kampung Nelayan Merah Putih
  • seluruh desa tersebut saat ini masih dalam tahap pengusulan ke pemerintah pusat

RRI.CO.ID, Lebak - Pemerintah Kabupaten Lebak melalui Dinas Perikanan setempat mengusulkan lima lokasi untuk dijadikan Kampung Nelayan Merah Putih kepada pemerintah pusat. Usulan ini dilakukan berdasarkan potensi wilayah yang memiliki aktivitas nelayan cukup tinggi.

Kelima lokasi yang diusulkan tersebut dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi kawasan pesisir yang produktif dan berdaya saing.

Selain itu, wilayah-wilayah tersebut juga dinilai strategis dalam mendukung program pemberdayaan masyarakat nelayan. Adapun lima desa yang diusulkan meliputi Desa Cirende di Kecamatan Cilograng, Desa Sawarna, Desa Bayah Barat di Kecamatan Bayah, serta Desa Darmasari dan Desa Muara di Kecamatan Wanasalam. Ketiga wilayah kecamatan ini dikenal memiliki aktivitas perikanan yang cukup signifikan.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Lebak, Winda Triana, mengatakan seluruh desa tersebut saat ini masih dalam tahap pengusulan ke pemerintah pusat. Namun demikian, pihaknya optimistis usulan tersebut akan mendapat persetujuan.

“Kelima desa ini baru kami usulkan, namun tiga di antaranya sudah digadang-gadang akan menjadi desa penyangga Kampung Nelayan Merah Putih,” ujar Winda kepada RRI di Rangkasbitung, Senin, 6 April 2026.

Ia menjelaskan, tiga desa yang berpotensi besar menjadi desa penyangga adalah wilayah di Kecamatan Cilograng, Wanasalam, dan Bayah. Ketiganya dinilai memiliki kesiapan dari segi sumber daya dan aktivitas nelayan.

Menurut Winda, tim survei dari Kementerian Perikanan telah melakukan peninjauan langsung ke lapangan. Untuk ketiga desa tersebut.

Kegiatan tersebut meliputi survei dan verifikasi untuk memastikan kesiapan desa yang diusulkan. “Tim dari kementerian sudah turun langsung melakukan survei dan verifikasi lapangan di tiga wilayah tersebut, yaitu Cilograng, Wanasalam, dan Bayah,” katanya.

Hasil survei tersebut menjadi salah satu indikator penting dalam menentukan kelayakan desa untuk dijadikan bagian dari program Kampung Nelayan Merah Putih. Pemerintah daerah pun terus berkoordinasi dengan pihak pusat.

Winda menambahkan, pihaknya sangat optimistis bahwa seluruh desa yang diusulkan memiliki peluang untuk berkembang, baik sebagai desa penyangga maupun sebagai kampung nelayan utama. “Kami optimistis kelima desa ini bisa menjadi desa penyangga sekaligus Kampung Nelayan Merah Putih,” kata Dia.

Program Kampung Nelayan Merah Putih sendiri merupakan program strategis yang melibatkan berbagai pihak, termasuk TNI Angkatan Laut, pemerintah daerah, dan instansi terkait lainnya. Tujuan utama program ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui pemberdayaan ekonomi, penguatan ideologi dan nasionalisme, serta peningkatan kualitas lingkungan dan infrastruktur.

Selain itu, program ini juga bertujuan untuk meningkatkan keamanan wilayah laut serta mengembangkan potensi wisata berbasis pesisir yang berkelanjutan. Melalui program ini, diharapkan kawasan pesisir yang sebelumnya tertinggal dapat berkembang menjadi wilayah yang lebih produktif, mandiri, dan mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat nelayan secara signifikan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....