Permintaan Telur Turun Usai MBG Beralih ke Menu Daging

  • 06 Apr 2026 15:19 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang — Permintaan telur di Pasar Induk Rau, Kota Serang, menurun seiring peralihan menu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke bahan pangan daging. Kondisi ini memengaruhi pergerakan harga dan omzet pedagang.

Pedagang sembako di Toko PD Dua Saudara, Pasar Rau, Muhyi menjelaskan, penurunan permintaan mulai terasa setelah kebutuhan telur untuk program MBG berkurang. Sebelumnya, program tersebut menjadi salah satu penopang utama penjualan telur di pasar.

Penurunan permintaan turut berdampak pada omzet pedagang dalam beberapa hari terakhir. Penjualan tidak lagi sebesar saat kebutuhan dari program MBG masih tinggi.

“Dulu waktu masih banyak kebutuhan MBG, penjualan bisa sampai ratusan kilo. Sekarang mah turun, karena kebanyakan sudah beralih ke daging,” katanya, Senin, 6 April 2026.

Kondisi tersebut membuat stok telur di lapak pedagang cenderung menumpuk. Perputaran barang melambat karena jumlah pembeli berkurang.

“Barang masih ada, enggak cepat habis. Permintaan juga lagi sepi,” ujarnya.

Pedagang kini lebih berhati-hati dalam menambah stok guna menghindari penumpukan barang yang berpotensi merugikan.

Saat ini, harga telur ayam berada di kisaran Rp29.000 per kilogram. Harga diperkirakan mulai turun dalam waktu dekat.

“Sekarang di Rp29.000 per kilo. Kemungkinan besok sudah turun lagi ke Rp28.000,” ucap Muhyi.

Selain telur ayam, penjualan telur bebek dan telur puyuh juga mengalami penurunan. Stok yang belum terserap pasar membuat pedagang menyesuaikan jumlah pasokan.

“Telur bebek juga sama, numpuk. Telur negeri juga turun semua,” kata Muhyi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....