Menu MBG PAUD Cihara Ditemukan Busuk Berbelatung
- 11 Mar 2026 04:20 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Lebak - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menuai sorotan di Kabupaten Lebak. Kali ini, paket makanan yang diterima murid PAUD di Desa Cihara, Kecamatan Cihara, ditemukan dalam kondisi tidak layak konsumsi.
Beberapa buah yang terdapat dalam paket MBG dilaporkan sudah membusuk. Bahkan, salah satu buah yang diterima siswa ditemukan terdapat belatung. Dalam paket makanan tersebut terdapat beberapa jenis buah, di antaranya jeruk, anggur, dan salak. Namun, sejumlah penerima menemukan buah jeruk dan salak sudah dalam kondisi rusak saat dibagikan.
Salah seorang warga Cihara, Umar mengaku kaget melihat kondisi buah yang diterima anak-anak dalam program tersebut. Ia bahkan menemukan adanya belatung pada salah satu buah salak. “Seharusnya dapur SPPG menyortir buah sebelum dibagikan. Jangan sampai makanan yang diterima anak-anak justru sudah busuk dan tidak layak dimakan,” ujarnya, Selasa, 10 Maret 2026.
Menurutnya, pengelola dapur SPPG seharusnya memastikan kualitas makanan yang akan disalurkan kepada para penerima manfaat, terutama anak-anak usia dini. Ia menilai, kejadian tersebut menunjukkan bahwa proses pemeriksaan makanan sebelum distribusi belum berjalan maksimal. “Ini harus menjadi perhatian serius. Jangan sampai program yang tujuannya baik justru menimbulkan kekhawatiran di masyarakat,” katanya.
Warga juga meminta Badan Gizi Nasional (BGN) segera turun tangan untuk melakukan evaluasi terhadap pengelolaan dapur penyedia MBG. “Ini harus cepat disikapi BGN karena bisa menimbulkan keresahan di masyarakat,” ucapnya.
Asisten Lapangan dapur SPPG, Faizal membenarkan adanya buah yang rusak dalam paket MBG yang dibagikan kepada murid PAUD di Desa Cihara. “Benar, kami mohon maaf atas kondisi buah dalam menu MBG yang tidak baik,” kata Faizal.
Ia menjelaskan, dari total 36 paket MBG yang dibagikan pada hari tersebut, terdapat lima paket yang berisi buah dalam kondisi rusak. Menurutnya, pihak dapur SPPG segera mengambil langkah cepat dengan mengganti paket makanan yang rusak pada pagi hari yang sama. “Lima paket yang rusak sudah kami ganti dengan buah yang sama pagi tadi,” ujarnya.