Yandri Sebut Jutaan Toko Kelontongan Mati akibat Ritel Modern

  • 01 Mar 2026 00:05 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Cilegon - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Republik Indonesia (RI) Yandri Susanto menyebut, 2,2 Juta pedagang kelontongan mati akibat adanya toko Ritel Modern. Kata Yandri usai menghadiri usai acara Silaturahmi, Santunan dan Buka Puasa Bersama PAN Cilegon di Hall DRP, Sabtu 28 Februari 2026 malam.

Oleh karena itu, perlu dilakukan penguatan Koperasi Desa atau Kopdes Merah Putih terus digaungkan untuk penguatan toko kelontongan agar terus berkembang lagi. Menurutnya, keberadaan Ritel Modern untuk di setop terkait penerbitan izin baru. Sementara, untuk ritel modern yang telah beroperasi dan berizin, tetap dipersilakan melakukan operasional.

“Karena Kopdes itu program strategis nasional dan itu memakai dana APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) melalui Dana Desa, dan targetnya semua Kopdes ada di desa-desa. Jadi usul dari Menteri Desa nanti kalau Kopdes sudah berjalan, ritel modern yang ekspansi baru itu disetop,” ucap Yandri.

Yandri menyampaikan, keberadaan Kopdes nantinya akan melayani dan memenuhi kebutuhan masyarakat dengan menghadirkan barang-barang yang dibutuhkan masyarakat.

“Memang beda mazhab ekonomi antara ritel modern yang jumlahnya hamper 50 ribu sekarang dengan Kopdes. Kalau ritel modern keuntungan diambil pemilik saham dan pemilik usaha, sementara kalau kopdes itu dibiayai negara, membangun gerai dan sisi bisnisnya, sebagai alat pemerataan ekonomi sekaligus pemberantasan kemiskinan, " ujarnya.

"Kopdes sekurang-kurangnya 20 persen pendapatan menjadi pendapatan desa, dan 80 persen lagi untuk anggota koperasi. Aset kopdes itu aset pemerintah desa, yang menjadi anggota rakyat di desa,” katanya.

Yandri menyarankan agar ritel modern yang saat ini sudah eksisting dapat bersinergi dengan Kopdes Merah Putih. “Kita minta ritel modern sebagai distributor, tapi di tingkat kabupaten saja untuk para pelaku usaha besar jangan khawatir untuk distributor, tapi yang jualan di desa itu Kopdes,” ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....