Sebanyak 102 Dapur MBG Lebak Telah Beroperasi

  • 27 Feb 2026 05:17 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Lebak - Sebanyak 102 dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah resmi beroperasi di wilayah Kabupaten Lebak hingga akhir Februari 2026. Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat pemenuhan gizi masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan.

Dari total target 240 dapur MBG yang dialokasikan untuk Kabupaten Lebak, sebanyak 138 dapur lainnya masih dalam tahap pembangunan dan persiapan operasional. Pemerintah daerah pun terus mendorong percepatan realisasi agar seluruh titik dapat segera difungsikan

Ketua Satuan Tugas (Satgas) MBG Kabupaten Lebak, yang juga Wakil Bupati Kabupaten Lebak, Amir Hamzah, mengatakan pihaknya terus mengawal proses pembangunan dan penyiapan sarana pendukung di setiap lokasi. “Kuota untuk Kabupaten Lebak sebanyak 240 dapur MBG. Saat ini 102 dapur sudah beroperasi, sedangkan 138 lainnya masih dalam proses pembangunan, penyiapan sarana dan prasarana, serta penyelesaian administrasi operasional,” ujar Amir Hamzah, di Rangkasbitung, Kamis 26 Februari 2026.

Ia menjelaskan, percepatan pembangunan dilakukan melalui koordinasi intensif dengan berbagai pihak. Mulai dari pemerintah daerah, penyedia infrastruktur, hingga unsur pelaksana teknis di lapangan dilibatkan untuk memastikan kesiapan setiap dapur. “Koordinasi lintas sektor menjadi kunci agar proses pembangunan berjalan sesuai target dan standar yang telah ditetapkan,” katanya.

Menurut Amir, kesiapan infrastruktur dan sistem distribusi menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas serta kontinuitas layanan program MBG. Setiap dapur wajib memenuhi standar operasional yang ketat.

“Standar tersebut mencakup kelayakan bangunan, kelengkapan peralatan memasak, higienitas, hingga mekanisme penyaluran makanan kepada penerima manfaat,” ucapnya.

Program MBG sendiri merupakan bagian dari kebijakan pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Di tingkat daerah, pelaksanaannya dilakukan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai kecamatan. Amir menambahkan, Presiden menargetkan seluruh SPPG dapat beroperasi penuh pada tahun ini.

Dengan demikian, manfaat program dapat dirasakan secara merata di seluruh wilayah Kabupaten Lebak. “Targetnya seluruh dapur dan SPPG bisa beroperasi penuh tahun ini, sehingga pelayanan gizi kepada masyarakat berjalan optimal tanpa kendala,” ujarnya.

Dengan operasional yang semakin luas, pemerintah berharap kualitas gizi masyarakat meningkat dan berdampak positif terhadap kesehatan serta produktivitas warga. Salah seorang warga Rangkasbitung, Siti (35), mengaku merasakan manfaat langsung dari keberadaan dapur MBG di wilayahnya.

Ia menilai program tersebut membantu meringankan beban kebutuhan pangan keluarga. “Alhamdulillah sangat membantu, terutama untuk anak-anak. Mereka bisa mendapatkan makanan bergizi secara rutin,” katanya.

Hal senada disampaikan Ahmad (40), warga lainnya, yang berharap seluruh dapur segera beroperasi. “Kalau semua dapur sudah jalan, pasti lebih banyak masyarakat yang terbantu. Program ini bagus dan semoga terus berlanjut,” ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....