Lebak Terbaik Kedua Program Cek Kesehatan Gratis

  • 31 Des 2025 15:50 WIB
  •  Banten

KBRN, Lebak: Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak masuk kategori terbaik kedua di Provinsi Banten dalam pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Capaian tersebut berada di bawah Kabupaten Tangerang yang menempati peringkat pertama. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, hingga akhir 2025 program CKG telah menjangkau sekitar 490 ribu jiwa atau setara 32 persen dari total 1,5 juta penduduk Kabupaten Lebak.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, Eka Darmana Putra, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran tenaga kesehatan serta dukungan lintas sektor. “Kita tahun depan menargetkan pencapaian program CKG sekitar 50 persen,” kata Eka Darmana Putra di Rangkasbitung, Rabu (31/12/2025).

Untuk mencapai target tersebut, Dinkes Kabupaten Lebak akan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), BUMD, BUMN, perusahaan swasta, hingga organisasi kemasyarakatan dan lembaga pendidikan.

Selain itu, kolaborasi juga melibatkan lembaga penegak hukum serta TNI. Sinergi lintas sektor ini dinilai penting agar cakupan layanan CKG semakin luas dan merata. “Kolaborasi program CKG ini untuk mendukung generasi emas 2045, sehingga berbagai lapisan masyarakat harus hidup sehat dan berkualitas,” ujar Eka.

Ia menegaskan, program CKG sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya pembangunan sumber daya manusia melalui peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Saat ini, masyarakat Lebak yang telah memanfaatkan layanan CKG didominasi kelompok usia produktif 18–59 tahun, disusul lanjut usia di atas 60 tahun serta balita. “Kami bekerja keras agar program CKG itu sukses dan dimanfaatkan seluruh masyarakat,” kata Eka.

Eka menjelaskan, pemeriksaan CKG sangat penting sebagai upaya deteksi dini untuk mengetahui faktor risiko penyakit tidak menular (PTM), seperti hipertensi, diabetes, gangguan kesehatan jiwa, penyakit paru-paru, hingga obesitas sentral. “Apabila teridentifikasi positif mengidap PTM, masyarakat bisa menjalani pengobatan rutin lanjutan di rumah sakit agar tidak terjadi komplikasi,” ucapnya.

Ia juga menginstruksikan seluruh puskesmas di Kabupaten Lebak agar mengoptimalkan pelayanan CKG dengan menyasar langsung komunitas, lingkungan permukiman warga, serta perkantoran. “Petugas puskesmas tidak hanya menunggu, tetapi harus aktif turun ke lapangan melakukan pemeriksaan kesehatan gratis,” ujar Eka.

Manan (45), warga Komdik Kabupaten Lebak, mengaku terbantu dengan adanya program CKG. Ia mendatangi Puskesmas Rangkasbitung dengan membawa KTP untuk mengetahui kondisi kesehatannya. “Saya awalnya sering lemas dan haus, dan saat diperiksa oleh tim medis puskesmas kadar gula saya tinggi serta dinyatakan diabetes melitus, sehingga harus menjalani pengobatan rutin satu bulan ke rumah sakit,” katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....