Cek Kesehatan Anak Sekolah di Pandeglang Capai 99,2 Persen

  • 27 Des 2025 12:04 WIB
  •  Banten

KBRN, Pandeglang: Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi anak sekolah di Kabupaten Pandeglang tahun 2025 mencatat capaian tinggi. Dinas Kesehatan (Dinkes) Pandeglang mengklaim Skrining kesehatan pada siswa SD hingga SMA sederajat telah menjangkau 99,2 persen dari total sasaran.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Pandeglang, Encep Hermawan mengatakan, CKG di sekolah merupakan kegiatan rutin tahunan dan menjadi Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang wajib diterima setiap siswa. Petugas puskesmas kini melakukan jemput bola ke sekolah-sekolah untuk memastikan tidak ada siswa yang terlewat dalam pemeriksaan status gizi, indra, hingga kesehatan jiwa.

“CKG anak sekolah itu screening kesehatan yang sudah rutin. Sasarannya jelas karena ada di sekolah,” kata Encep, Sabtu (27/12/2025).

Baca juga: Dinkes: 15.242 Warga Pandeglang Ikuti Cek Kesehatan Gratis

Menurut Encep, Inovasi pada program tahun ini melibatkan koordinasi lintas sektor yang lebih kuat dengan Dinas Pendidikan. Selain itu, menurutnya sekolah kini diposisikan sebagai salah satu sasaran utama posyandu dalam mendeteksi kelainan kesehatan sejak dini.

Dari hasil skrining, Dinkes mencatat gangguan indra menjadi temuan terbanyak, khususnya gangguan penglihatan dan pendengaran. Selain itu ditemukan pula kasus gangguan kulit, serta beberapa penyakit menular seperti tuberkulosis paru dan kusta meski jumlahnya relatif kecil.

Encep menjelaskan, siswa yang ditemukan memiliki gangguan kesehatan akan mendapatkan rekomendasi tindak lanjut. Untuk kasus ringan, penanganan dilakukan di puskesmas, sementara kasus tertentu dirujuk ke fasilitas kesehatan lanjutan agar tidak berkembang menjadi gangguan permanen.

Baca juga: CKG Dinilai Tumbuhkan Kesadaran Masyarakat Pentingnya Kesehatan

“Kasus gangguan telinga dan penglihatan paling banyak, sementara penyakit menular jumlahnya di bawah lima persen,” ujar Encep.

Kendati capaian mendekati 100 persen, Dinkes masih terkendala absennya sejumlah siswa saat jadwal pemeriksaan berlangsung. Sebagai langkah susulan, Dinkes mengusulkan para siswa untuk mendatangi puskesmas atau posyandu terdekat guna memastikan seluruh siswa mendapatkan layanan kesehatan serupa.

Untuk tahun 2026, Dinkes mematok target 100 persen tanpa toleransi sisa sasaran. Menurut Encep skrining kesehatan anak sekolah akan terus diperketat setahun sekali sebagai bagian dari upaya preventif. Ia berharap program ini dapat meminimalisir dampak jangka panjang dari penyakit yang seringkali tidak disadari oleh orang tua maupun pihak sekolah. (Ridwan Maulana)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....