Dua SPPG Lebak Kembali Layani Program MBG
- 18 Nov 2025 17:40 WIB
- Banten
KBRN, Lebak: Dua dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Lebak kembali beroperasi setelah sempat terhenti akibat belum turunnya dana operasional berkala dari Badan Gizi Nasional (BGN). Kedua SPPG tersebut kini melayani Program Makan Bergizi Gratis (MBG) seperti biasa.
Ketua Koordinator BGN Kabupaten Lebak, Asep Royani, memastikan layanan kembali normal setelah dana operasional mulai dicairkan pemerintah. Ia menegaskan pelayanan gizi kepada siswa merupakan prioritas utama.
SPPG yang sempat berhenti itu adalah SPPG Hamim Center di Desa Pasar Keong, Kecamatan Cibadak, serta SPPG Rangkasbitung Timur di Desa Rangkasbitung Timur. Keduanya melayani peserta didik dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.
Asep menuturkan berjalannya kembali dapur SPPG tersebut memberikan kepastian terhadap pemenuhan gizi anak-anak di daerah tersebut. Ia berharap tidak ada lagi hambatan pelayanan. “Alhamdulillah kedua SPPG itu sudah kembali beroperasi melayani Program MBG seperti biasa. Kami ingin mereka tetap berjalan normal setelah dana operasional cair,” kata Asep di Rangkasbitung, Selasa (18/11/2025).
Ia menjelaskan secara keseluruhan terdapat 44 SPPG yang beroperasi di Kabupaten Lebak. Dari jumlah tersebut, sebanyak 10 SPPG telah memiliki Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS), sementara sisanya masih dalam proses pemenuhan persyaratan.
Menurut Asep, kepemilikan SLHS merupakan syarat utama yang ditetapkan BGN Pusat. Pihaknya menargetkan seluruh SPPG di Lebak telah mengantongi sertifikat tersebut pada akhir November 2025. “SLHS penting sebagai standar mutu penyelenggaraan Program MBG untuk meminimalkan risiko kontaminasi. Ini juga membangun kepercayaan masyarakat,” ujarnya.
Asep juga mengapresiasi kinerja seluruh tim pengolah makanan karena Kabupaten Lebak sejauh ini mencatatkan angka nol persen kasus keracunan terkait layanan program tersebut. Ia menyebut pengawasan produksi menu dilakukan secara ketat oleh BGN bersama Satgas Pemkab Lebak.
Ia menegaskan keamanan makanan tetap menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan program. Pemeriksaan berkala dilakukan untuk mencegah kontaminasi bakteri, termasuk e.Coli yang kerap menjadi ancaman dalam penyajian pangan.
Kepala SDN 01 Kadu Agung Timur, Lilis Sulastri, menyambut baik beroperasinya kembali SPPG Hamim Center yang melayani sekolahnya. Ia mengaku lega siswa kembali mendapatkan menu makanan bergizi.
Jumlah penerima manfaat MBG di sekolah tersebut sebanyak 353 siswa mulai kelas satu hingga kelas enam. Menurutnya, program ini sangat membantu meningkatkan pemenuhan gizi dan semangat belajar anak. “Kami senang semua siswa menerima manfaat Program MBG. Anak-anak lebih bersemangat belajar karena kebutuhan gizi mereka terpenuhi,” katanya.
Dengan kembali beroperasinya dua SPPG tersebut, pemerintah berharap layanan MBG di Kabupaten Lebak dapat berjalan stabil dan terus mendukung kesehatan serta perkembangan anak sekolah di daerah tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....