Sekolah Rakyat Kota Serang Bangun Kesiapan Belajar Matrikulasi

  • 12 Nov 2025 21:34 WIB
  •  Banten

KBRN, Serang: Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 37 Kota Serang tengah menjalankan program matrikulasi hingga Desember 2025 sebagai tahap awal penyamaan kemampuan dasar bagi siswa sebelum memasuki pembelajaran reguler pada Januari 2026.

Program ini menjadi langkah penting untuk memastikan seluruh peserta didik, baik dari jenjang SD maupun SMP, memiliki kesiapan belajar yang setara setelah sempat terhenti dari pendidikan formal.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Anisa Kamila, menjelaskan program matrikulasi dirancang untuk memperkuat kemampuan dasar siswa, terutama dalam literasi dan numerasi. Sebagian besar peserta didik memiliki latar belakang pendidikan yang beragam, bahkan ada yang belum lancar membaca atau berhitung.

“Selama tiga bulan ini kami fokus pada penguatan kemampuan dasar. Anak-anak diajarkan membaca, menulis, dan berhitung sesuai kemampuan masing-masing. Jadi sebelum masuk kurikulum reguler, mereka punya fondasi yang kuat dulu,” ucap Anisa di sela kegiatan belajar, Kamis (13/11/2025).

Ia menuturkan, sistem pembelajaran di Sekolah Rakyat 37 Kota Serang bersifat fleksibel dan adaptif, menyesuaikan kebutuhan setiap siswa. Dalam satu kelas bisa terdiri dari anak-anak dengan tingkat pemahaman berbeda, sehingga guru perlu menerapkan metode variatif agar semua siswa dapat mengikuti.

“Misalnya ada siswa kelas 4 yang masih belajar mengenal huruf, maka kami tempatkan dalam kelompok belajar dasar. Guru juga menyesuaikan tempo dan gaya mengajarnya agar tidak ada anak yang tertinggal,” katanya.

Menurut Anisa, keberagaman kemampuan tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang untuk membangun suasana belajar yang lebih inklusif. Guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pendamping yang membantu anak menumbuhkan kembali semangat belajar.

“Banyak dari mereka sempat kehilangan rasa percaya diri karena merasa tertinggal. Maka fokus kami bukan hanya akademik, tapi juga pemulihan motivasi dan karakter. Kami ingin mereka kembali percaya bahwa mereka bisa,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Fanisa Akmal, menyebutkan selama masa matrikulasi, sekolah juga memberikan bimbingan konseling dan kegiatan penunjang seperti olahraga, seni, dan keterampilan dasar. “Pendekatan non-akademik ini membantu anak-anak lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan sekolah dan kehidupan asrama,” kata Fanisa.

Ia menambahkan, seluruh kegiatan belajar dan pembinaan siswa akan dievaluasi pada akhir Desember. Hasil evaluasi tersebut menjadi dasar penyusunan pembelajaran reguler mulai Januari 2026 mendatang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....