Sebagian Besar Koperasi di Kota Serang Jualan Sembako

  • 06 Nov 2025 09:31 WIB
  •  Banten

KBRN, Serang: Dari 67 Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Kota Serang, sebagian besar menggerakkan usahanya disektor kebutuhan pokok atau sembako. Bahkan diklaim banyak yang berkembang pesat.

Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmperindag) Kota Serang, Wahyu Nurjamil menyebut, seluruh koperasi yang aktif sudah menjalankan berbagai jenis usaha, sebagian besar berupa gerai sembako dan kebutuhan harian.

“Rata-rata sudah aktif, sebagian besar membuka gerai sembako dan ada juga yang mencoba usaha lain,” ucapnya Kamis (6/11/2025).

Baca juga: Akses Usaha Koperasi Merah Putih di Kota Serang Diperkuat

Wahyu menuturkan, pemerintah daerah memberikan pendampingan berkelanjutan melalui pelatihan manajemen dan pengelolaan keuangan agar koperasi lebih profesional. Hal ini untuk mendorong kemandirian ekonomi warga.

“Kendala tetap ada, seperti tempat dan manajemen, tapi kita terus dampingi agar koperasi bisa mandiri dan berdaya saing,” katanya.

Salah satu KKMP yang menunjukkan perkembangan signifikan adalah Koperasi Merah Putih (KKMP) di Kelurahan Banjar Agung, Kecamatan Cipocok Jaya. Dalam dua bulan berjalan, koperasi ini menjadi contoh nyata gerakan ekonomi berbasis swadaya masyarakat.

Baca juga: Pemkot Serang Dorong Koperasi Merah Putih Perkuat Ekonomi Masyarakat

Ketua KKMP Banjar Agung, Asep Rohmat menuturkan, koperasi ini berdiri atas inisiatif warga untuk membangun ekonomi lokal tanpa ketergantungan pada bantuan luar.

“Koperasi ini murni dari anggota. Uang pokok Rp50 ribu, simpanan wajib Rp10 ribu, dan sukarela bebas. Kami ingin belajar berdagang dulu dari bawah,” katanya.

Saat ini KKMP melayani kebutuhan pokok seperti minyak goreng, gas LPG, beras, kopi, dan sabun dengan harga lebih terjangkau dibandingkan pasar umum, KKMP Banjar Agung juga menjual berbagai olahan produk UMKM warga sekitar seperti emping dan rangginang.

Baca juga: Kota Serang Gandeng BUMN Dukung Koperasi Merah Putih

“Minyak di sini Rp15.700 per liter, lebih murah dari pasaran. Dari situ ada SHU untuk anggota,” kata Asep.

Dengan 80 anggota aktif dan modal awal Rp20 juta hasil urunan, koperasi mencatat perputaran penjualan antara Rp500 ribu hingga Rp2 juta per hari. Untuk menjaga kestabilan harga dan pasokan, koperasi menjalin kerja sama dengan sejumlah agen seperti ABM, Rajawali, Sayap Mas Utama, dan Pertamina.

Ke depan, koperasi berencana memperluas usaha ke sektor peternakan dan pertanian lokal, menunggu pencairan dana pinjaman dari pemerintah melalui bank mitra. “Kami ingin bukan hanya dagang sembako, tapi juga membantu petani dan peternak kecil di Banjar Agung,” ucap Asep.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....