Dinilai Berhasil, Ini Strategi Polda Banten Urai Arus Mudik 2026
- 02 Apr 2026 16:24 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang – Polda Banten mencatat keberhasilan pengamanan arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 meskipun terjadi peningkatan jumlah penumpang dan kendaraan dibanding tahun sebelumnya. Strategi manajemen lalu lintas yang terintegrasi dengan berbagai pihak dinilai mampu menjaga kelancaran mobilitas masyarakat, khususnya di kawasan Pelabuhan Merak sebagai titik utama penyeberangan menuju Sumatera.
Kabag Binopsnal Ditlantas Polda Banten, AKBP Syamsul Bahri menjelaskan, lonjakan pemudik tahun 2026 cukup signifikan. Data ASDP mencatat jumlah penumpang meningkat sekitar 4 persen dibanding 2025. Selain itu, kendaraan roda empat naik 3 persen, sepeda motor naik 1 persen, bus meningkat 8 persen, serta total kendaraan mencapai lebih dari 250 ribu unit selama periode angkutan lebaran.
“Lonjakan pemudik tahun 2026 cukup tinggi dibanding tahun sebelumnya, tetapi dapat terurai dengan baik tanpa pemberlakuan rekayasa lalu lintas seperti one way maupun contraflow. Semua berjalan normal dan lancar,” ujarnya saat berdialog bersama RRI Banten, Rabu, 01 April 2026.
Keberhasilan tersebut didukung strategi pengaturan buffer zone atau area penampungan kendaraan di sekitar pelabuhan. Polda Banten memaksimalkan pemanfaatan sejumlah lokasi seperti area Kajima dan Indah Kiat sebagai kantong parkir sementara sebelum kendaraan masuk kapal.
Sistem tiba bongkar berangkat (TBB) juga diterapkan untuk mempercepat rotasi kapal sehingga antrean kendaraan dapat diminimalisir. Selain itu, pengaturan kecepatan kapal minimal 11 knot menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga stabilitas arus kendaraan.
Jika kapal terlambat bersandar, maka potensi penumpukan kendaraan di luar pelabuhan akan meningkat. Oleh karena itu, koordinasi dengan operator pelabuhan dilakukan secara intensif guna memastikan jadwal keberangkatan kapal berjalan tepat waktu. “Kerja sama lintas sektoral menjadi kunci utama keberhasilan pengamanan arus mudik. Kami berkoordinasi dengan berbagai pihak termasuk ASDP, pemerintah daerah, operator tol, dan stakeholder lainnya,” kata Samsul.
Polda Banten juga menerapkan pembatasan kendaraan angkutan barang selama masa mudik Lebaran. Kendaraan golongan 7, 8, dan 9 diarahkan ke Pelabuhan BBJ untuk menghindari kepadatan di Merak.
Kebijakan tersebut dinilai efektif mengurangi potensi kemacetan akibat percampuran kendaraan logistik dan penumpang dalam satu jalur. Dengan berbagai strategi tersebut, Polda Banten menilai pengamanan arus mudik Lebaran 2026 berjalan sukses dan dapat menjadi model untuk pengaturan transportasi di masa mendatang.
"Evaluasi akan terus dilakukan guna meningkatkan kualitas pelayanan serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik setiap tahunnya," ucap dia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....