Masjid Al-Ikhwan di Lebak Jadi Tempat Ibadah dan Ruang Sosial Warga

  • 24 Mar 2026 19:55 WIB
  •  Banten
Poin Utama
  • Masjid al-Ikhwan tempat ibadah dan ruang sosial masyarakat
  • Masjid Al-Ikhwan, Masjid Ramah Pemudik

RRI.CO.ID, Lebak - Masjid Al Ikhwan yang berdiri di pinggir Jalan Aweh, Kampung Babakan Kelapa, Desa Aweh, Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak, menjadi salah satu pusat kegiatan keagamaan yang penting bagi masyarakat sekitar. Masjid ini didirikan pada tahun 1997 dan hingga kini terus berkembang sebagai tempat ibadah sekaligus ruang sosial warga.

Cikal bakal masjid ini bermula dari sebuah mushola sederhana yang berada di pinggir Sungai Ciberang. Namun, karena kondisi lokasi yang dinilai mengkhawatirkan, warga bersama para jemaah sepakat untuk memindahkan musala tersebut ke lokasi yang lebih aman dan strategis.

Pemindahan tersebut akhirnya membawa musala ke Kampung Babakan Kelapa, yang kini menjadi lokasi berdirinya Masjid Al Ikhwan. Letaknya yang berada di pertigaan jalan membuat masjid ini mudah diakses dari tiga kecamatan, yakni Rangkasbitung, Kalanganyar, dan Cimarga.

Dengan luas bangunan sekitar 400 meter persegi dan terdiri dari dua lantai, masjid ini mampu menampung kurang lebih 600 jemaah. Desainnya yang minimalis modern membuat suasana ibadah terasa nyaman dan representatif.

Sejak pertama kali didirikan, Masjid Al Ikhwan telah mengalami dua kali pemugaran. Renovasi tersebut dilakukan untuk meningkatkan fasilitas dan kenyamanan bagi para jemaah yang datang beribadah.

Selain sebagai tempat ibadah, masjid ini juga aktif menggelar kegiatan keagamaan rutin. Majelis taklim untuk kaum perempuan dilaksanakan setiap Rabu sore, sementara kaum pria mengikuti pengajian pada Rabu malam.

Salah seorang pengurus masjid, Haji Achmad Hidayat yang akrab disapa Haji Cece, menjelaskan asal-usul nama masjid tersebut. “Nama Al Ikhwan diambil dari nama sebuah madrasah yang dulu berdiri di dekat sini,” ujarnya, Selasa, 24 Maret 2026.

Ia menambahkan, madrasah tersebut dahulu menjadi tempat belajar masyarakat sekitar sebelum akhirnya tidak lagi beroperasi. “Kami ingin mengenang peran madrasah itu, maka namanya kami abadikan menjadi Masjid Al Ikhwan,” kata Haji Cece.

Masjid ini juga kerap menjadi tujuan kunjungan pejabat dari Provinsi Banten maupun Kabupaten Lebak. Hal ini menunjukkan peran penting Masjid Al Ikhwan sebagai salah satu ikon keagamaan di wilayah tersebut. Tak hanya itu, Masjid Al Ikhwan juga telah dua kali ditetapkan sebagai masjid ramah pemudik saat perayaan Idulfitri.

Status tersebut menjadikannya tempat singgah favorit bagi para pemudik. “Pada musim mudik, banyak pemudik yang singgah untuk beribadah atau sekadar beristirahat,” ujar Haji Cece.

Ia menyebutkan masjid selalu terbuka bagi siapa saja yang membutuhkan. Untuk menjaga keamanan, masjid ini dilengkapi dengan kamera pengawas atau CCTV. Dengan sistem keamanan tersebut, pengurus tidak terlalu khawatir meskipun masjid dibuka selama 24 jam.

“Kami ingin jamaah merasa aman dan nyaman. Walaupun masjid buka sepanjang waktu, alhamdulillah sejauh ini tidak ada kejadian yang merugikan,” katanya.

Di tengah perubahan zaman, pengurus berharap keberadaan Masjid Al Ikhwan dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat luas. “Harapan kami, masjid ini tidak hanya ramai saat mudik Lebaran, tapi juga di hari-hari biasa,” ucap Haji Cece.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....