Ratusan Personel Gabungan Amankan Jalur Wisata Pandeglang

  • 19 Mar 2026 19:07 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Pandeglang – Kepolisian Resor (Polres) Pandeglang mengerahkan 353 personel gabungan guna mengawal kelancaran arus mudik dan pengamanan jalur wisata selama Operasi Ketupat Maung 2026. Kekuatan pengamanan ini diperkuat dengan bantuan personel Bawah Kendali Operasi (BKO) dari Satuan Brimob Mabes Polri sebanyak satu peleton atau 32 orang.

Fokus utama pengamanan dialihkan pada titik-titik rawan kemacetan menuju destinasi wisata yang diprediksi akan mengalami lonjakan pengunjung signifikan pasca hari raya Idulfitri.

Kapolres Pandeglang, AKBP Dhyno Indra Setyadi menyatakan, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) menjelang lebaran di wilayah hukum Pandeglang saat ini terpantau cukup landai. Meskipun mulai terlihat adanya tren peningkatan volume kendaraan di beberapa ruas jalan utama, menurutnya kondisi secara umum masih terkendali.

Polisi telah memetakan rute-rute krusial yang menjadi akses utama menuju kawasan pesisir dan pemandian alam di wilayah Banten selatan.

"Dalam rangkaian Operasi Ketupat ini, kami mengerahkan 353 personel gabungan dan mendapat tambahan BKO dari Brimob Mabes Polri sebanyak 32 personel atau satu peleton. Situasi Kamtibmas menjelang perayaan Idulfitri ini masih cukup landai, namun kami tetap waspada terhadap peningkatan arus di beberapa titik," ujar Dhyno, Kamis 19 Maret 2026.

Pengerahan personel Brimob dinilainya bertujuan untuk mempertebal pengamanan di titik strategis serta mengantisipasi potensi gangguan keamanan selama masa libur panjang. Penempatan personel disebar ke berbagai pos pengamanan dan pos pelayanan yang bersentuhan langsung dengan aktivitas mobilitas warga.

Skema pengamanan ini dirancang Polres Pandeglang secara dinamis mengikuti perkembangan fluktuasi arus lalu lintas yang diperkirakan akan memuncak setelah hari pelaksanaan Salat Id.

Sektor pariwisata menjadi atensi khusus Polres mengingat Kabupaten Pandeglang merupakan destinasi favorit masyarakat saat libur lebaran. Koordinasi intensif telah dijalankan bersama Pemerintah Kabupaten Pandeglang serta para pengelola objek wisata untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana.

Selain aspek keamanan fisik, otoritas kepolisian juga menaruh perhatian pada aspek kenyamanan wisatawan agar tidak terjadi penumpukan massa yang tidak terkendali di lokasi wisata.

selain itu, Dhyno juga menyoroti masalah tarif dan harga layanan di lokasi wisata juga masuk dalam radar pengawasan Satgas bentukan Polres dan Pemkab. Langkah ini diambil untuk mencegah munculnya keluhan wisatawan terkait penentuan harga tiket atau jasa yang tidak wajar selama musim liburan.

Polres dan Pemerintah Kabupaten Pandeglang terus menghimbau pengelola wisata untuk tetap mengikuti regulasi yang ada demi menjaga citra pariwisata daerah yang kondusif dan ramah bagi pengunjung.

"Peningkatan arus di Pandeglang biasanya terjadi setelah Hari Raya Idulfitri, sehingga kami lebih fokus pada pengamanan jalur-jalur pariwisata. Kami sudah berkoordinasi dengan Pemkab dan penggiat wisata untuk pengendalian harga, dan jika ditemukan harga tidak wajar, kami akan melakukan pembinaan kepada pengelola," katanya.

Penjagaan di jalur arteri akan dilakukan secara konsisten mulai dari pintu masuk wilayah Pandeglang hingga jalur menuju kawasan pantai. Petugas di lapangan diinstruksikan untuk mengedepankan tindakan preventif dan edukatif bagi para pengguna jalan.

"Kami berharap masyarakat dapat bekerja sama dengan petugas di lapangan demi kelancaran bersama selama merayakan momentum lebaran di wilayah Pandeglang," kata dia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....