Belasan Kapal Disiapkan di Pelabuhan BBJ untuk Angkut Truk Besar

  • 17 Mar 2026 12:08 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang — Pemerintah menyiapkan 12 kapal untuk melayani penyeberangan kendaraan besar di Pelabuhan Bandar Bakau Jaya (BBJ) Bojonegara, Kabupaten Serang. Armada tersebut disiagakan untuk mengangkut truk logistik selama masa pengaturan arus mudik.

Langkah ini dilakukan agar pergerakan kendaraan besar tidak bercampur dengan kendaraan penumpang. Dengan pemisahan tersebut diharapkan arus lalu lintas di kawasan pelabuhan tetap terkendali.

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi mengatakan, pengaturan ini merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam mengurai potensi kepadatan. Kendaraan yang dilayani di pelabuhan tersebut merupakan truk golongan 7, 8, dan 9.

Jenis kendaraan tersebut umumnya merupakan truk logistik bersumbu tiga atau lebih. Pemisahan jalur ini juga diharapkan mempercepat proses penyeberangan kendaraan besar.

Menurut Dudy, keberadaan Pelabuhan BBJ menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi beban penyeberangan di Merak. Truk-truk logistik dialihkan ke pelabuhan tersebut agar arus kendaraan penumpang tetap lancar. Pemerintah juga menyesuaikan pola operasi kapal yang melayani rute penyeberangan. Dengan demikian distribusi barang tetap berjalan tanpa mengganggu arus mudik.

“Sudah 12 kapal dan sejauh ini berjalan dengan baik. Yang perlu diingat, kapasitas kendaraan di sini sampai 1.800 unit, dan saat ini sudah terisi sekitar 60 hingga 65 persen. Itu menjadi ukuran kami, namun karena pergerakannya terus mengalir, masih bisa kita alihkan dengan baik,” ujar Dudy Purwagandhi saat meninjau Pelabuhan BBJ pada Minggu, 15 Maret 2026.

Pelabuhan BBJ Bojonegara berada di kawasan Jl. Akses Desa, Margagiri, Kabupaten Serang, Banten. Lokasi ini dinilai strategis untuk melayani kendaraan logistik dari berbagai wilayah. Infrastruktur pelabuhan juga telah disiapkan untuk menampung kendaraan dalam jumlah besar. Hal ini mendukung kelancaran proses bongkar muat kendaraan.

Setiap kapal yang disiapkan di pelabuhan tersebut mampu mengangkut sekitar 30 hingga 40 unit kendaraan besar. Kapasitas tersebut memungkinkan proses penyeberangan dilakukan secara bergantian dalam waktu relatif singkat. Dengan jumlah kapal yang tersedia, layanan penyeberangan dapat berjalan lebih efektif. Operator pelabuhan juga terus mengatur jadwal keberangkatan kapal secara bergilir.

Selain kapal, pemerintah juga menyiapkan area parkir kendaraan yang cukup luas. Area pelabuhan diketahui mampu menampung hingga sekitar 1.800 kendaraan. Fasilitas tersebut digunakan untuk menampung truk yang menunggu jadwal keberangkatan. Pengaturan ini dilakukan agar tidak terjadi penumpukan kendaraan di jalan akses menuju pelabuhan.

Dudy menegaskan truk golongan besar yang dialihkan meliputi kendaraan golongan 7, 8, dan 9. Pengaturan ini dilakukan sebagai bagian dari strategi manajemen arus mudik. Dengan begitu kendaraan logistik tetap dapat bergerak tanpa menghambat kendaraan lainnya. Petugas juga terus melakukan pengawasan di lapangan.

Dudy menyebutkan tingkat keterisian area pelabuhan saat ini masih berada di kisaran 60 hingga 65 persen. Kondisi tersebut menunjukkan arus kendaraan masih dapat tertangani dengan baik. Petugas juga terus memantau pergerakan kendaraan yang masuk ke area pelabuhan. Dengan pemantauan tersebut situasi dapat segera diantisipasi jika terjadi peningkatan kendaraan.

Pemerintah berharap pengaturan ini dapat menjaga kelancaran distribusi logistik selama masa mudik. Aktivitas penyeberangan kendaraan besar tetap berjalan tanpa mengganggu arus kendaraan penumpang. Pemantauan di lapangan juga akan terus dilakukan secara berkala. Dengan langkah tersebut operasional penyeberangan di pelabuhan diharapkan tetap aman dan lancar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....