Menhub Sebut Tak Ada Antrean Truk di Pelabuhan BBJ

  • 16 Mar 2026 08:39 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang — Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi memastikan tidak ada antrean truk hingga berhari-hari di Pelabuhan Bandar Bakau Jaya (BBJ) Bojonegara, Kabupaten Serang, Banten, pada Minggu malam 15 Maret 2026. Ia menegaskan kendaraan yang berada di kawasan pelabuhan hanya menunggu giliran untuk naik kapal penyeberangan.

Situasi tersebut merupakan bagian dari pengaturan arus kendaraan menjelang masa angkutan lebaran. Pemerintah melakukan langkah ini untuk mengantisipasi kepadatan di wilayah pelabuhan penyeberangan.

Menurut Dudy, kendaraan yang terlihat berada di area pelabuhan bukan berarti mengantre panjang. Truk-truk tersebut telah diarahkan masuk ke kawasan pelabuhan secara bertahap. Mereka menunggu jadwal keberangkatan kapal sesuai dengan pengaturan yang telah ditetapkan. Dengan cara ini proses penyeberangan dapat berjalan lebih tertib.

Ia menjelaskan, pengaturan tersebut merupakan strategi pemerintah untuk mengurai kepadatan di sekitar Pelabuhan Merak. Sebagian kendaraan golongan besar diarahkan menuju pelabuhan alternatif, yaitu Pelabuhan BBJ Bojonegara. Langkah ini dilakukan agar tidak terjadi penumpukan kendaraan di satu lokasi. Dengan begitu arus kendaraan dapat lebih terkendali.

Dudy menegaskan, kendaraan yang berada di pelabuhan tidak menunggu dalam waktu lama. Truk hanya menunggu giliran untuk masuk ke kapal sesuai jadwal. Sistem ini dibuat agar proses bongkar muat berjalan teratur. Selain itu pergerakan kendaraan juga dapat dipantau dengan lebih baik.

“Bukan menumpuk, ini antre menunggu giliran naik kapal. Ini bagian dari strategi kita untuk mengurai kepadatan di wilayah Merak,” katanya.

Ia juga menepis kabar yang menyebutkan adanya antrean truk hingga berhari-hari. Menurutnya informasi tersebut tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Pemerintah terus memantau situasi di pelabuhan selama masa angkutan Lebaran. Pemantauan dilakukan bersama berbagai pihak terkait.

Kementerian Perhubungan juga memastikan armada kapal yang melayani penyeberangan dalam jumlah cukup. Kapal-kapal tersebut disiapkan untuk mengangkut kendaraan golongan besar. Operasional kapal diatur secara bergantian sesuai jadwal. Hal ini dilakukan agar layanan penyeberangan tetap berjalan lancar.

Selain itu petugas di lapangan terus melakukan pengaturan kendaraan yang masuk ke area pelabuhan. Kendaraan diarahkan sesuai dengan jalur dan lokasi parkir yang telah ditentukan. Dengan pengaturan tersebut antrean dapat dihindari. Pergerakan kendaraan juga menjadi lebih tertib.

Koordinasi antara pemerintah, operator pelabuhan, dan pihak kepolisian juga terus dilakukan. Langkah ini penting untuk memastikan kelancaran arus kendaraan. Pengawasan dilakukan secara berkala di titik-titik yang berpotensi mengalami kepadatan. Dengan begitu penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

Melalui pengaturan tersebut pemerintah berharap arus kendaraan menuju Sumatera dapat berjalan lancar. Penumpukan kendaraan di kawasan pelabuhan diharapkan dapat dihindari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....