Lima Ratus Personel Gabungan Amankan Jalur Mudik Pandeglang
- 13 Mar 2026 15:04 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Pandeglang - Kepolisian Resor (Polres) Pandeglang mengerahkan kekuatan penuh sebanyak 500 lebih personel gabungan untuk mengamankan jalur mudik dan kawasan wisata selama masa Operasi Ketupat 2026. Ratusan personel ini disebar ke lima pos pengamanan strategis yang menjadi titik krusial pertemuan arus kendaraan di wilayah Kabupaten Pandeglang. Penebalan pasukan dilakukan guna mengantisipasi kepadatan lalu lintas serta potensi gangguan kriminalitas yang menyasar para pemudik dan wisatawan.
Kabagops Polres Pandeglang, AKP Abdul Rahman Taufik, merinci setiap pos pengamanan akan diperkuat oleh 33 anggota yang bertugas secara bergantian untuk memantau situasi selama 24 jam. Ia mengatakan pasukan ini merupakan gabungan dari personel Polres serta beberapa istansi Pemerintah Kabupaten Pandeglang untuk melakukan pengamanan arus mudik dan pengamanan wisata guna memberikan perlindungan maksimal bagi warga. Selain kelancaran arus mudik, Abdul mengatakan fokus penjagaan juga menyasar pada pengamanan objek vital dan pusat keramaian di seluruh Pandeglang.
Tingginya volume kendaraan yang diprediksi masuk ke wilayah Pandeglang menuntut kesiagaan personel dalam melakukan rekayasa lalu lintas sewaktu-waktu. Menurut Abdul Petugas di lapangan telah dibekali dengan peralatan pendukung serta koordinasi komunikasi yang terintegrasi dengan pos terpadu. Kehadiran fisik petugas di tengah masyarakat diharapkannya menjadi upaya preventif dalam mengurai keramaian serta menekan angka tindak pidana di lokasi-lokasi rawan kemacetan.
"Jumlah personel yang kami siapkan sekitar 371 orang, namun jika ditambah instansi terkait bisa mencapai 500 lebih. Masing-masing pos akan dibackup anggota pengamanan jalur dan wisata, sehingga total ada sekitar 33 orang per pos yang berjaga bergantian selama 24 jam," katanya, Jumat 13 Maret 2026.
Sementara, Asisten Daerah I Setda Pandeglang, Doni Hermawan, menyatakan pemerintah daerah telah menyiapkan personial dalam mendukung operasional pengamanan melalui keterlibatan Dinas Perhubungan, BPBD, Satpol PP, hingga Dinas Kesehatan. Sinergitas ini diharapkannya mempu menangani kendala di lapangan, termasuk potensi bencana alam, dapat direspons dengan cepat dan tepat. Pemerintah daerah mengklaim seluruh fasilitas publik dan jalur evakuasi tetap dalam kondisi siap pakai guna mendukung kelancaran arus mudik.
"Sesuai arahan pimpinan, seluruh unsur harus bergabung bersama di posko untuk mengantisipasi lonjakan mudik yang diperkirakan naik 56 persen. Pemda Pandeglang bersama TNI dan Polri siap standby di masing-masing titik pengamanan guna memberikan kenyamanan bagi masyarakat," ujar Doni.
Menurutnya prediksi lonjakan pemudik yang signifikan memerlukan kewaspadaan tinggi dari seluruh elemen pengamanan terpadu di Kabupaten Pandeglang. Menurut Doni setiap instansi telah memploting personel sesuai dengan keahlian masing-masing, mulai dari pengaturan jalan hingga evakuasi medis darurat. Kebijakan satu pintu dalam koordinasi posko diharapkannya mampu mempercepat pengambilan keputusan saat terjadi dinamika di jalur mudik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....