Pemkab Pandeglang Waspadai Lonjakan 56 Persen Pemudik
- 12 Mar 2026 14:01 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Pandeglang - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang mewaspadai potensi lonjakan pemudik sebesar 56 persen pada musim lebaran 2026. Potensi ini menuntut kesiapan pengamanan lebih serius.
Peningkatan volume pergerakan masyarakat ini diprediksi akan berdampak signifikan pada kepadatan jalur utama serta titik-titik keramaian di wilayah Pandeglang. Merespons tantangan tersebut, lima pos pengamanan terpadu telah disiapkan dengan dukungan lebih dari 400 personel gabungan dari berbagai unsur instansi.
Asisten Daerah (Asda) I Setda Pandeglang, Doni Hermawan mengungkapkan, proyeksi peningkatan arus mudik tahun ini memerlukan perhatian ekstra dibandingkan tahun sebelumnya. Menurutnya fokus pengamanan tidak hanya tertuju pada kelancaran lalu lintas, tetapi juga pada kesiapsiagaan tim kesehatan dan penanggulangan bencana di setiap posko. Seluruh personel gabungan diinstruksikan untuk standby di masing-masing titik guna merespons dinamika di lapangan secara cepat.
"Diperkirakan ada peningkatan 56 persen pemudik pada tahun 2026 ini, jadi kesiapan kita harus lebih serius lagi. Ada sekitar 400 orang lebih personel gabungan TNI, Polri, dan pemerintah yang kami siapkan di lima pos pengamanan," kata Doni, Kamis 12 Maret 2026.
Ia menekankan koordinasi antara dinas teknis di lingkungan Pemda dengan jajaran Polri dan TNI perlu terus diperkuat untuk mengantisipasi gangguan keamanan di tengah kepadatan warga. Doni mengatakan, Sesuai arahan pimpinan pusat, pola pengamanan tahun ini mengedepankan integrasi antarinstansi di dalam satu posko pelayanan (POSCO).
"Hal ini dilakukan agar pelayanan kepada masyarakat bersifat satu pintu, mulai dari pengaturan jalan hingga penanganan kendala medis ringan," ucap dia.
Kesiapan infrastruktur dan ketersediaan petugas medis di posko-posko strategis dinilai Doni menjadi kunci utama dalam menangani lonjakan beban kerja di lapangan. Pemerintah daerah telah memetakan kawasan-kawasan rawan yang memerlukan pengawasan lebih ketat seiring dengan tingginya antusiasme warga untuk pulang kampung.
"Kami bekerja sama dengan semua unsur, termasuk tim kesehatan dan BPBD yang bergabung di masing-masing posko. Sesuai arahan pimpinan, kami harus standby dan bergabung bersama untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat," katanya.