Dishub Pandeglang Siagakan Petugas Pantau Mudik di Terminal Kadubanen
- 12 Mar 2026 13:45 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Pandeglang - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pandeglang memperketat pengawasan di area Terminal Kadubanen dengan menyiagakan personel pada tiga titik strategis guna menyambut arus mudik Lebaran 2026. Penempatan petugas ini difokuskan pada area pintu masuk, area perkantoran, hingga pos bawah untuk mengatur sirkulasi kendaraan dan penumpang. Penjagaan intensif tersebut dijadwalkan berlangsung mulai 15 Maret hingga 31 Maret 2026 dengan menyesuaikan tingkat kepadatan lalu lintas yang masuk ke wilayah Pandeglang.
Kepala Seksi Pengelolaan Terminal pada Dishub Pandeglang, Suhaedi, menjelaskan pembagian petugas dilakukan secara spesifik berdasarkan zona kerawanan kepadatan. Ia menyebut pada pintu masuk akan disiagakan dua hingga tiga orang petugas, area kantor dua orang, dan pos bawah sebanyak tiga orang petugas. Langkah teknis ini diambilnya guna memastikan kelancaran arus keluar masuk bus serta mencegah terjadinya penumpukan penumpang di dalam area terminal selama masa mudik dan balik lebaran 2026.
"Kami telah menyiapkan sarana prasarana kebutuhan di terminal serta membuat jadwal tugas lapangan mulai 15 sampai 31 Maret. Petugas dibagi tiga titik, yaitu di pintu masuk, areal kantor, dan pos bawah untuk mengatur kepadatan arus lalu lintas," ujar Suhaedi, Kamis 12 Maret 2026.
Ia pun menjelaskan fasilitas penunjang di area terminal turut ditingkatkan demi kenyamanan pemudik, mencakup rehabilitasi musala, ketersediaan ruang disabilitas, hingga ruang ibu menyusui. Dishub juga mendirikan posko pelayanan terpadu bagi masyarakat yang membutuhkan informasi atau tempat beristirahat sementara.
Mengenai aspek keselamatan, Suhaedi mengatakan pemeriksaan kelaikan kendaraan atau ramp check akan dilakukan oleh bidang pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) sekitar satu minggu hingga tiga hari menjelang hari raya. Pemeriksaan rutin ini dinilainya sangat krusial guna menjamin kondisi armada bus dalam keadaan prima saat mengangkut penumpang di jalur utama.
Suhaedi memprediksi kenaikan volume armada bus akan mencapai 110 unit per hari dibandingkan rata-rata hari biasa yang hanya berkisar 70 hingga 80 unit. Penambahan unit juga direncanakan pada moda transportasi Damri sebanyak dua hingga tiga unit guna menjamin ketersediaan kursi bagi masyarakat menuju wilayah luar Pandeglang. Adapun rute populer seperti Labuan menuju Kalideres, Bandung, dan Garut diperkirakan Suhaedi masih menjadi rute dengan tingkat keterisian penumpang tertinggi.
"Untuk fasilitas tambahan, alhamdulillah musala sudah direhabilitasi, termasuk ruang disabilitas dan ibu menyusui sudah ada. Terkait armada bus, peningkatannya bisa mencapai 110 bus dari hari biasa yang hanya 70-80 unit, dengan prediksi puncak lonjakan pada 28 dan 29 Maret," katanya.
Sihaedi mengatakan puncak arus balik sendiri diperkirakan terjadi pada akhir pekan tanggal 28 dan 29 Maret 2026, menyesuaikan pergerakan mobilitas masyarakat menuju kampung halaman. Sebaliknya, lonjakan arus wisata diprediksi akan menyusul pada tujuh hari pasca lebaran, mengingat Pandeglang sering menjadi tujuan wisata pantai.