"Rugi di Acan, Untung di Asam" dalam Kehidupan

  • 21 Feb 2026 16:14 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - “Rugi di Acan, Untung di Asam”. Sebuah tema yang diangkat dalam siaran Bacangkurah dalam Ragam Budaya, Pro4 RRI Banjarmasin, Jumat 20 Februari 2026.

"Filosofi tersebut tidak hanya berlaku dalam dunia perdagangan, tetapi juga dalam relasi sosial," kata Noorhalis Majid yang mengupas makna filosofis peribahasa itu dalam kehidupan sehari-hari.

Hidup adalah proses negosiasi yang memerlukan keluwesan sikap dan kemampuan membaca situasi, kadang perlu mengalah, bukan berarti kalah. Mengalah di satu sisi untuk menang di sisi lain.

Dikatakan, perbedaan antara kalah dan mengalah perlu dipahami. Kalah berarti dipaksa tunduk oleh keadaan, sementara mengalah adalah pilihan sadar demi strategi jangka panjang.

Ia menjelaskan, bahwa ungkapan itu berangkat dari strategi orang Banjar dalam berdagang. Secara sederhana, seseorang rela “rugi” pada satu barang untuk menarik pembeli, namun memperoleh keuntungan dari barang lainnya sehingga pada akhirnya tetap impas.

Dalam konteks pergaulan, peribahasa ini mengajarkan pentingnya timbal balik dan tenggang rasa. Seseorang tidak bisa terus-menerus menang atau terus-menerus meminta dimaklumi. Hubungan yang sehat dibangun atas dasar keseimbangan, di mana ada saat memberi dan ada saat menerima.

“Kalau selalu menang, bisa dimusuhi. Kalau selalu kalah, bisa diremehkan. Maka yang terbaik adalah impas, saling memahami kepentingan masing-masing,” jelasnya.

Pembahasan semakin relevan ketika dikaitkan dengan suasana Ramadan. Menurutnya, “rugi di acan, untung di asam” juga mencerminkan nilai toleransi, terutama dalam kehidupan masyarakat majemuk.

"Ada kalanya seseorang menahan diri demi menghormati orang lain, dan di situlah letak kebijaksanaan," katanya.

Noorhalis menegaskan bahwa kemampuan bernegosiasi dan menemukan titik tengah merupakan kunci harmoni sosial. Dengan memahami filosofi lokal ini, masyarakat diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara kepentingan pribadi dan kepentingan bersama, sehingga tercipta kehidupan yang rukun dan saling menghargai.

Rekomendasi Berita