Sinergi Lintas Generasi Bangun Semangat Kepemudaan Banua
- 04 Nov 2025 15:37 WIB
- Banjarmasin
KBRN, Banjarmasin: Semangat kepemudaan harus terus digelorakan agar bangsa tetap berdiri kokoh menghadapi tantangan global. Bangsa ini dibangun oleh semangat pemuda.
"Maka nilai-nilai kepemudaan seperti tanggung jawab, prestasi, dan kerja keras harus terus dikembangkan," kata Ikatan Kekeluargaan Antar Suku Bangsa (IKASBA) Kalsel Aliansyah Mahadi (Didit), dalam Siaran Ragam Budaya Pro4 RRI Banjarmasin, Senin (3/11/2025), .
Dikatakan, pemuda hari ini adalah cerminan masa depan bangsa. Kalau mereka kuat, maka bangsa juga akan kuat
Menurutnya, IKASBA berperan aktif membina generasi muda lintas etnis agar menjadi kader penerus yang mampu menjaga solidaritas dan budaya daerah.
Ragam Budaya mengangkat topik “Membangkitkan Semangat Kepemudaan”, Maknanya adalah pentingnya semangat pemuda dalam menjaga nilai-nilai budaya dan memperkuat kebersamaan di tengah masyarakat majemuk.
Sementara itu, Masrani Noor atau yang akrab disapa Guteh Masrani, menyoroti pentingnya membangun kesadaran pemuda. Kesadaran akan peran mereka sebagai agen perubahan sosial.
“Regenerasi itu tidak bisa dihindari, yang tua memberi teladan, yang muda mengambil peran. Kita harus terus mencetak generasi yang peka terhadap perubahan zaman, tetapi tetap berakar pada nilai budaya dan kebersamaan antarsuku,” ujarnya.
Guteh juga mengingatkan bahwa globalisasi menuntut pemuda untuk adaptif terhadap teknologi tanpa melupakan identitas budaya lokal. Dalam kesempatan yang sama, Rahmad Basuki, (Pa'Bas) menegaskan bahwa pemuda adalah agent of change yang menjadi motor penggerak bangsa.
“Pemuda itu pelopor. Tapi perubahan tidak boleh mendadak dan membuang nilai-nilai lama. Harus bertahap dan selaras dengan kebudayaan bangsa. Karena budaya adalah jati diri kita,” ujarnya.
Pa'Bas juga mengingatkan bahwa peran pemuda penting dalam menjaga harmoni dan toleransi antarsuku yang selama ini menjadi kekuatan masyarakat Banua. Sementara itu, dari kalangan muda, Faisal Wisani memberikan pandangan segar mengenai tantangan generasi milenial dan Gen Z.
"Perubahan zaman yang begitu cepat harus dihadapi dengan kolaborasi antar generasi. Sekarang kita hidup di era 5.0 yang serba digital, tantangan utamanya adalah bagaimana menyinkronkan pemikiran antara generasi muda dan generasi senior agar bisa saling memahami,".
Dengan duduk bersama, berdiskusi, dan berbagi pengalaman, kita bisa melahirkan sinergi yang produktif,” ucap Faisal yang merupakan lulusan UGM.
Sedangkan Adus, sebagai perwakilan pemuda dari Madura, menilai, semangat kepemudaan harus diwujudkan dalam aksi nyata, bukan sekadar slogan. Karena itu pihaknya ingin menunjukkan bahwa anak muda bisa berperan aktif di tengah masyarakat.
Tidak hanya bicara tentang ide, tapi juga bekerja nyata, baik di bidang sosial, budaya, maupun ekonomi kreatif. Menjaga komunikasi lintas generasi juga penting agar tidak terjadi kesenjangan pemikiran.
Menutup perbincangan, para narasumber sepakat bahwa kepemudaan dan kebudayaan adalah dua sisi yang saling melengkapi. Dengan semangat, kreativitas, dan rasa tanggung jawab, pemuda Indonesia diharapkan mampu menjadi jembatan antara warisan budaya masa lalu dan kemajuan masa depan.
“Kita ingin IKASBA menjadi wadah yang mempersatukan, menginspirasi, dan menggerakkan generasi muda agar terus berkarya untuk Banua dan Indonesia,” ucap Didit.