Cerita Palui Ulama dalam Madihin Syair Bakisah
- 12 Mar 2026 10:15 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Program Ragam Budaya “Madihin Syair Bakisah” RRI Pro4 Banjarmasin pada Selasa, 10 Maret 2026 kembali menghadirkan Maestro Madihin, H. Anang Syahrani. Edisi kali ini mengangkat kisah humor religi berjudul “Palui Ulama.”
Kisah ini menyoroti tokoh Si Palui yang ikut berpartisipasi menyediakan hidangan berbuka puasa secara bergiliran di masjid. Ia memilih hari ke-21 Ramadan dengan harapan bertepatan dengan momen istimewa malam selikur.
Anang Syahrani mengisahkan, saat pengumuman buka puasa pada hari ke-21 Ramadan, nama Palui secara mengejutkan disebut sebagai “Palui Ulama” oleh petugas masjid. Meski sempat terkejut dengan tambahan gelar tersebut, Palui tidak mempermasalahkannya karena menganggap sebutan itu sebagai doa yang baik.
Karena nama dan gelar tersebut, Palui pun dianggap sebagai Tuan Guru dan diminta memberikan tausiyah di masjid pada malam ke-29 Ramadan. Sebenarnya ia diminta berceramah sejak malam ke-21, namun dengan berbagai alasan yang dibuatnya, ia terus menunda hingga malam ke-29.
Dengan gayanya mengenakan kopiah seperti ulama atau Tuan Guru, Palui akhirnya menyampaikan ceramah tentang malam selikur. Namun di sela-sela ceramahnya, ia memberikan klarifikasi terkait sebutan “ulama” yang disematkan pada namanya.
“Menurut Palui, maksud ‘ulama’ itu bukan gelar,” kata Anang Syahrani. “Ia hanya tidak ingin namanya ditulis dengan ejaan lama ‘oe’ menjadi Paloei, melainkan menggunakan ejaan baru ‘u’, yaitu Palui.”
Kesalahpahaman penulisan tersebut kemudian menghebohkan warga sekampung. Dari kisah humor ini, Anang Syahrani menegaskan terdapat pesan penting agar setiap orang bekerja dengan teliti dan tidak tergesa-gesa agar tidak menimbulkan kesalahan yang berdampak besar.