Berawal Dari Antar Anak, Kini Jadi Atlet Wushu Berprestasi
- 14 Feb 2026 23:27 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Kebiasaan sederhana mengantar anak berlatih ternyata menjadi titik awal lahirnya atlet wushu berprestasi di Kota Banjarmasin. Dari sekadar menunggu di pinggir lapangan latihan, kini sejumlah orang tua justru ikut terlibat dan menorehkan prestasi.
Hal tersebut terlihat di Sasana Wushu Lima Naga Banjarmasin yang semakin diminati berbagai kalangan usia. Tidak hanya anak-anak dan remaja, tetapi juga orang dewasa yang awalnya hanya mengantar anaknya berlatih.
Salah satunya Mu’arif, yang mulai menekuni wushu saat usianya mendekati kepala tiga. Ketertarikannya muncul setelah hampir setahun rutin mengantar dan menyaksikan anaknya berlatih.
“Kalo saya baru ikut latihan itu di pertengahan tahun kemarin, di Sasana Wushu Lima Naga Banjarmasin ini ya,” ujarnya.
Ia mengaku awalnya hanya duduk dan memperhatikan anaknya latihan. Namun, rasa penasaran yang muncul perlahan membuatnya mencoba ikut berlatih hingga akhirnya serius menekuni olahraga tersebut.
“Awalnya di tahun 2023 cuma mengantar anak, ikut lihat hampir setahun lebih menonton anak latihan sama teman-temannya, nah munculah ketertarikan sampai mencoba gitu, ikut latihan dan Alhamdulillah sampai sekarang keterusan,” ujarnya.
Keseriusan Mu’arif dalam berlatih kini membuahkan hasil. Ia telah berhasil meraih sejumlah prestasi dan kini semakin percaya diri sebagai atlet wushu.
“Kemarin di kejuaraan SLC Cup 2026, Alhmadulillah dapat 2 medali emas dari 2 jurus yang diikuti,” katanya.
Kisah serupa juga dialami Amalia. Ia mengaku awalnya hanya menemani anak latihan sebelum akhirnya ikut mencoba dan menekuni olahraga tersebut.
“Mungkin karena olahraganya power ya, kalau di wushu ini lebih energik jadinya suka,” ucapnya.
Amalia yang akrab disapa Amel menilai wushu sebagai olahraga yang mengandalkan kekuatan dan teknik, sehingga menantang untuk dipelajari. Dari rasa penasaran saat mengantar anak, kini ia rutin berlatih dan berkomitmen meningkatkan kemampuannya.
“Iya sama aja, lihat anak sih awalnya nganter latihan, jadi kayak penasaran gitu sama olahraganya, jadinya coba dan ya sampai sekarang terus berlatih,” katanya.
Di Kejuaraan Perdana tahun ini pada SLC Cup 2026, Amel bahkan juga menorehkan prestasi membanggakan. Ia mendapat medali emas dan menambah koleksi prestasi yang ia capai.
“Alhamdulillah kemarin mendapat 2 medali emas juga, dari 2 jurus yang diikuti. Seneng ya, karena hasil latihan selama ini ada hasilnya,” ujarnya.
Kisah para orang tua yang yang berawal dari pengantar menjadi atlet berprestasi ini menjadi inspirasi tersendiri. Hal tersebut menunjukkan bahwa semangat belajar dan berlatih tidak mengenal usia, sekaligus memperlihatkan perkembangan positif cabang olahraga wushu di Banjarmasin.