Penguin Adélie Menyendiri, Antara Sains dan Psikologi
- 07 Feb 2026 21:37 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin- Seekor penguin Adélie yang meninggalkan koloninya di Antarktika dan berjalan sendirian menuju pegunungan es menjadi viral di media sosial. Fenomena tersebut menarik perhatian publik dan memunculkan beragam penafsiran dari sisi sains hingga psikologi.
Peristiwa tersebut terekam dalam film dokumenter karya Werner Herzog berjudul Encounters at the End of the World yang dirilis pada 2007. Dalam cuplikan itu, penguin terlihat berjalan menjauh dari koloni tanpa arah yang lazim ditempuh spesiesnya.
"Perilaku tersebut dapat dipahami dari sudut pandang ilmiah dan psikologis," kata Dosen Prodi Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam UIN Antasari Banjarmasin, Lisya Ramitha Putri, M.Pd., Sabtu, 7 Februari 2026.
Menurutnya, penguin diduga kehilangan arah akibat perubahan lingkungan, termasuk dampak perubahan iklim dan gangguan alam di sekitarnya. Selain faktor biologis, Lisya menilai perilaku penguin tersebut juga kerap dimaknai secara simbolik oleh manusia.
Secara tidak langsung, penguin Adélie dianggap merepresentasikan keberanian untuk keluar dari arus utama dan memilih jalan sendiri. Dalam psikologi, hal ini bisa dikaitkan dengan konsep self-actualization dari Abraham Maslow.
"Yaitu upaya seseorang untuk menjadi diri sendiri dan mengembangkan potensi terbaiknya,” ujar Lisya Ramitha Putri. “Individu tidak selalu mengikuti arus, tetapi berani menentukan pilihan hidupnya secara sadar.”
Namun demikian, Lisya menegaskan bahwa pilihan untuk berjalan sendiri juga memiliki konsekuensi yang tidak ringan. Dampaknya dapat berupa tumbuhnya keberanian dan kemandirian, tetapi juga berisiko kehilangan arah, relasi, bahkan keselamatan.
Penguin Adélie dikenal sebagai spesies yang hidup berkoloni dan sangat bergantung pada kelompok untuk bertahan hidup di lingkungan ekstrem Antarktika. Oleh karena itu, perilaku menyendiri seperti yang terekam dalam dokumenter tersebut tergolong tidak lazim dan jarang .