Hikayat Lambung Mangkurat sebagai Sumber Sejarah Tradisional Banjar
- 04 Feb 2026 07:35 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Hikayat Lambung (Lembu) Mangkurat adalah salah satu bentuk historiografi tradisional di samping babad, riwayat, tambo dan silsilah. Di daerah Banjar, Hikayat Lambung Mangkurat dikenal pula nama lain seperti Tutur Candi, Hikayat Raja-raja Banjar dan Kotawaringin
Mengutip dari Buku Mozaik Sejarah dan Budaya Kalimantan Selatan yang di tulis Wajedi bahwa sejak zaman Kerajaan Banjar, manuskrif-manuskrif tua itu dikenal sebagai Hikayat Banjar. Di daerah lain bentuk yang sejenis antara lain adalah Hikayat Raja-raja Pasai, Negarakertagama, dan Pararaton.
Hikayat Lambung Mangkurat sebagai suatu ekspresi kultural, kepastian historisnya memang dirasakan namun sulit dibuktikan, termasuk sulitnya membuktikan keberadaan atau ketidakberadaan tokoh Lambung Mangkurat itu sendiri. Ia terasa ada namun terbuktikan tidak.
Walaupun sulit dibuktikan atau tidak lulus sebagai karya sejarah dalam pengertian modern, Hikayat Lambung Mangkurat dan sejenisnya tetap dipandang sebagai sumber yang sangatberharga bagi sejarah, di samping sumber-sumber lainnya. Tanpa Hikayat, misalnya, sangat sulit memahami seputar Candi Agung (Amuntai) atau Candi Laras (Margasari), dan sebaliknya.
Hikayat termasuk mitos yang berhubungan dengan peristiwa sejarah dikenal sebagai sastra sejarah. Sastra Sejarah adalah bayangan sejarah, karena realibilitas data sejarahnya diragukan, maka penggunaannya harus melalui kritik sejarah