TMMD untuk Negeri: Jalan Terbuka, Pangan Tersalurkan
- 27 Agt 2025 14:04 WIB
- Banjarmasin
KBRN, Banjarmasin: Setiap kali hujan turun, wajah muram hampir selalu menghiasi para petani dan warga di kawasan Kuin Kacil, Kelurahan Mantuil, Banjarmasin Selatan, Kalimantan Selatan. Jalan Simpang Sadur, yang seharusnya menjadi urat nadi pergerakan mereka, berubah bak kubangan lumpur, sehingga sulit dilalui kendaraan roda dua maupun gerobak angkut.
Jalan sepanjang ratusan meter itu memang jauh dari kata layak. Genangan air menutupi permukaan, sementara sisi jalan kerap longsor ke parit kecil di tepinya. Warga yang menggantungkan hidup dari hasil pertanian, harus berjuang ekstra untuk membawa hasil panen mereka.
“Jalannya susah, becek sekali. Kalau musim hujan, lebih baik naik perahu,” kata Sa’diah, warga yang sudah 10 tahun menetap di Kuin Kacil, matanya berbinar menyaksikan perubahan di kampungnya.

Bagi anak-anak sekolah pun, kondisi ini tak kalah menyulitkan. Seragam merah - putih seringkali berubah cokelat oleh lumpur, sementara sandal atau sepatu mereka nyaris tak bertahan lama.
Padahal, jalan Simpang Sadur ini adalah akses utama warga keluar-masuk kampung. Tak hanya untuk ekonomi, tapi juga untuk urusan pendidikan, kesehatan, hingga aktivitas sosial lainnya.
Kondisi jalan yang memprihatinkan ini sudah lama menjadi keluhan warga. Bukan hanya petani, anak-anak sekolah dan warga yang hendak beraktivitas juga merasakan kesulitan yang sama. Saat cuaca cerah, debu jalanan kerap menyesakkan napas. Saat hujan, lumpur mengikat roda motor sehingga tak jarang kendaraan mogok di tengah jalan.
Keresahan itu pun terobati. Kehadiran prajurit TNI membawa asa bagi warga Kuin Kacil. Melalui program TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) ke-125, mereka bahu-membahu membangun jalan sepanjang 632 meter di Simpang Sadur.
TMMD ke-125 juga memberi sentuhan lain bagi masyarakat. Ada pembangunan jembatan kecil, pemasangan gorong-gorong di lima titik untuk mencegah banjir, rehabilitasi musala agar kembali nyaman digunakan beribadah, hingga perbaikan satu rumah warga yang tak layak huni. Fasilitas MCK pun turut dibangun, menjawab kebutuhan dasar warga yang selama ini sering terabaikan.

Ketua RT 14, Ifansyah, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Satgas TMMD ke-125. Menurut Ifansyah, pembangunan jalan dan jembatan ini telah memberikan dampak positif yang signifikan bagi warga.
"Jalan dan jembatan ini sangat membantu bagi kami yang mayoritas para petani. Sekarang kami bisa beraktivitas dengan nyaman dan cepat," katanya.

TMMD kali ini bukan hanya soal betonisasi jalan atau pembangunan fisik. Ada juga penyuluhan kesehatan, pertanian, hingga program pencegahan stunting.
Kolonel Inf Sigit Purwoko, S.E., M.M., Dandim 1007/Banjarmasin, menerangkan warga diajak memahami cara bertani yang lebih produktif, sekaligus menjaga kesehatan keluarga. Pendekatan holistik ini diharapkan mampu memberdayakan masyarakat, bukan hanya dalam jangka pendek, tetapi juga untuk masa depan.
“Program TMMD ke-125 berlangsung selama 30 hari, hingga 21 Agustus 2025, dengan target menyentuh langsung kebutuhan warga dan menuntaskan persoalan aksesibilitas di kawasan selatan Kota Banjarmasin. Bahkan TNI juga melaksanakan integrated farming di lahan seluas 200 hektare,” kata Kolonel Sigit.
Pembangunan pun kini mulai merata dirasakan warga di kawasan Kuin Kacil, wilayah yang selama ini dikenal cukup terisolasi akses jalannya. Hadirnya program TMMD menjadi angin segar bagi warga.

Dukungan penuh juga diberikan Pemko Banjarmasin dengan mengalokasikan anggaran Rp1,5 miliar guna terwujudnya pengerjaan fisik. Wali Kota Banjarmasin, H. M. Yamin HR, menegaskan bahwa TMMD bukan hanya sekadar pembangunan infrastruktur, melainkan juga simbol nyata sinergi antara pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat.
“Ini adalah salah satu bukti bahwa TNI hadir bersama masyarakat Banjarmasin, sekaligus mendukung program-program pembangunan yang dijalankan pemerintah kota,” ucap Yamin dengan penuh optimisme.
/obrh5qs7ix5tesy.jpeg)
Program TMMD ke-125 akhirnya ditutup sederhana di halaman Balai Kota, Kamis (21/8/2025). Kasdam VI/Mulawarman, Brigjen TNI Ari Aryanto, S.E., M.I.P., memimpin langsung upacara.
Namun ada pesan yang lebih bermakna dari seremoni itu yakni jejak nyata yang ditinggalkan di Kuin Kacil. Berupa jalan baru, jembatan, gorong-gorong, musala yang direhab, hingga fasilitas mandi cuci kakus (MCK) yang kini bisa dimanfaatkan warga.
“Kami berharap semua fasilitas ini benar-benar bisa mendukung aktivitas ekonomi warga, terutama petani. Jalan baru akan memudahkan mereka mengangkut hasil panen,” ujar Brigjen Ari.

Bagi warga Kuin Kacil, jalan baru yang dibangun bukan sekadar hamparan beton, melainkan jalur kehidupan. Jalan itu kelak menjadi penghubung utama distribusi hasil pertanian dan mempermudah anak-anak berangkat sekolah tanpa harus melewati medan yang teramat berat.