Desainer Mahdalena Syahdan Bawa Sasirangan ke Panggung Dunia
- 09 Mar 2026 13:41 WIB
- Banjarmasin
KBRN, Banjarmasin: Program siaran Ruang UMKM Pro4 RRI Banjarmasin pada Senin, 9 Maret 2026 menghadirkan desainer Kalimantan Selatan, Mahdalena Syahdan, dengan topik “Desainer Kalsel Mahdalena Syahdan Membawa Kain Sasirangan Go Internasional.” Dialog ini dipandu oleh host Wan Kahfi dan membahas perjalanan Mahdalena dalam membawa karya fesyen berbasis budaya Banjar ke kancah global.
Dalam siaran tersebut, Mahdalena berbagi kisah tentang perjalanan kariernya yang dimulai dari kuliah di Jakarta, menikah, kemudian sekolah mode di Esmod. Ia mendesain busana secara mandiri hingga akhirnya mampu menghadirkan koleksi yang mengangkat kain sasirangan dengan sentuhan desain modern.
Mahdalena menjelaskan bahwa dunia fashion internasional kini semakin melirik karya-karya desainer Indonesia. Menurutnya, kekayaan budaya Nusantara menjadi kekuatan utama yang membuat karya lokal memiliki daya tarik tersendiri di pasar global.
Kesempatan besar datang ketika koleksi busana berbahan sasirangan miliknya tampil dalam ajang fashion internasional. “Saya diminta langsung dari Kerukunan Bubuhan Banjar Malaysia & Singapura untuk menampilkan karya saya disana. Saya ingin menunjukkan bahwa kain sasirangan bukan hanya warisan budaya Banjar, tetapi juga memiliki potensi besar untuk dikenal di dunia fashion internasional,” ujarnya dalam siaran tersebut.
Dalam persiapannya kurang lebih 2 bulan, Mahdalena akhirnya berangkat melakukan promosi budaya melalui kegiatan internasional seperti AKAR Symposium yang digelar di Malaysia dan Singapura pada akhir Januari 2026. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi berbagai tokoh dan perwakilan Nusantara untuk memperkenalkan seni, budaya, dan wastra tradisional agar tetap lestari di tengah arus modernitas.
Ia menuturkan bahwa beberapa koleksi sasirangan yang ditampilkan mendapat apresiasi dari pecinta mode internasional, bahkan sebagian berhasil menembus pasar Singapura. “Saya sebagai putri Banjar Kalimantan Selatan berkomitmen untuk melestarikan warisan budaya handmade kain sasirangan ini agar semakin dikenal luas,” kata Mahdalena.
Melalui program Ruang UMKM, kisah Mahdalena diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda dan pelaku industri kreatif di Kalimantan Selatan. Dengan inovasi, kerja keras, serta kepercayaan pada potensi lokal, peluang untuk membawa produk daerah ke pasar internasional bukanlah hal yang mustahil.
Mahdalena juga berharap dukungan berkelanjutan dari pemerintah daerah dan masyarakat dalam mengembangkan industri kreatif berbasis budaya. Menurutnya, kolaborasi dengan para pengrajin lokal serta peningkatan kualitas produk menjadi langkah penting agar sasirangan dapat terus berkembang sebagai ikon wastra Banjar di panggung dunia.