UMKM Perlu Sistem Kuat saat Ramadan

  • 04 Mar 2026 14:29 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Lonjakan permintaan selama Ramadan kerap menjadi tantangan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam menjaga stabilitas bisnis. Melalui Program Ruang UMKM RRI Pro4 Banjarmasin, Rabu, 4 Maret 2026, topik “Bisnis yang Mengendalikan Kamu atau Kamu yang Mengendalikan Bisnis?” diangkat sebagai refleksi agar pelaku usaha mampu membangun sistem kerja yang lebih terstruktur.

Hadir sebagai narasumber Kharisma Arby, Social Media Specialist Wetland Box, dan Dhea Qistina, Graphic Designer Wetland Box. Keduanya membagikan strategi pengelolaan bisnis agar tetap produktif tanpa membebani pemilik usaha.

Kharisma Arby menjelaskan, banyak UMKM mengalami peningkatan pesanan saat Ramadan yang kerap tidak diiringi perencanaan strategi digital yang matang. Akibatnya, pemilik usaha harus menangani promosi, komunikasi pelanggan, hingga operasional secara bersamaan sehingga berisiko mengalami kelelahan.

Menurutnya, perencanaan konten, sistem respons otomatis, serta strategi media sosial yang terstruktur dapat membantu pelaku usaha tetap produktif tanpa beban berlebihan. Dengan sistem yang rapi, pemilik usaha dapat lebih fokus pada pengembangan produk dan pelayanan pelanggan.

Sementara itu, Dhea Qistina menyoroti pentingnya peran desain visual dalam menciptakan bisnis yang lebih terorganisasi. Ia menyampaikan, identitas visual dan template desain yang konsisten mampu mempercepat produksi konten sekaligus meningkatkan kepercayaan pelanggan.

“Banyak UMKM masih melakukan desain secara dadakan saat musim ramai, sehingga justru menambah tekanan kerja dan memperbesar risiko kesalahan komunikasi promosi,” ujarnya.

Arby menambahkan, Ramadan bukan hanya momentum peningkatan penjualan, tetapi juga waktu yang tepat untuk mengevaluasi sistem bisnis. Pelaku UMKM diharapkan mulai membangun standar operasional sederhana, membagi peran kerja, serta menyesuaikan kapasitas produksi agar usaha tetap stabil saat permintaan meningkat.

Keduanya mengajak pelaku usaha memahami bahwa keberhasilan tidak hanya diukur dari tingginya omzet. Keberhasilan juga ditentukan oleh kemampuan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan usaha dan keberlanjutan semangat pemilik.

Rekomendasi Berita