Waspada! Siklon 97S Pengaruhi Curah Hujan di Sumsel

  • 18 Jan 2025 21:15 WIB
  •  Palembang

KBRN, Palembang: Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Sultan Mahmud Badarudin (BMKG SMB) II Palembang mengimbau masyarakat Sumatra Selatan untuk waspada terhadap ancaman hidrometeorologi pada puncak musim hujan bulan Januari dan Februari ini.

Kepala Stasiun Meteorologi SMB II Palembang, Siswanto mengatakan fluktuasi kondisi cuaca di Sumatera Selatan sejak bulan Desember hingga Februari nanti merupakan puncak musim hujan. Sementara itu, kondisi cuaca saat ini dipengaruhi beberapa dinamika atmosfer dengan potensi curah hujan yang cukup tinggi. Setidaknya ada 3 faktor, yaitu La Nina lemah yang berpotensi menambah sekitar 20-30 persen curah hujan dari normalnya, selain La Nina musim hujan juga dipengaruhi fenomena bibit siklon 97S sehingga mempengaruhi adanya pola pergerakan angin yang melewati wilayah Sumatra Selatan, kondisi ini juga secara umum mempengaruhi faktor lokal seperti pemanasan di wilayah perkotaan sehingga memicu terjadinya hujan yang bersifat lokal.

“Pemicu dari fenomena dari iklim global saat ini juga sedang dipengaruhi adanya fenomena La Nina lemah, setidaknya beberapa wilayah di Sumatra Selatan akan menambah curah hujan 20-30 persen dari normalnya.” Jelasnya, Jumat (17/1/2025)

Selain itu, menurut Siswanto fenomena secara regional adanya bibit siklon 97S yang mempengaruhi adanya pola pergerakan angin, pola-pola belokan maupun konvergensi atau pertemuan angin yang melewati Sumatra Selatan ini mempengaruhi adanya masa uap air sehingga berpotensi terhadap pembentukan awan konvektif yang berpotensi terhadap hujan yang jatuh di wilayah Sumsel.

“Kemudian dari sisi lokalnya berpengaruh secara spesifik untuk beberapa kawasan di Sumsel mempengaruhi dan membentuk awan-awan hujan yang melewati beberapa wilayah sehingga hujan terjadi secara lokal,” jelasnya.

Siswanto menambahkan, hasil pantauan pihaknya beberapa hari lalu masih ditemukan bibit siklon 97S yang berada di sebelah selatan Lampung sehingga mempengaruhi pola-pola pergerakan angin berupa belokan di sekitar Sumsel, termasuk pola pertemuan angin yang dapat menambah tingginya uap air di Sumatra Selatan karena membentuk adanya awan hujan. Kondisi ini diprediksi masih akan terus berlangsung hingga akhir Januari bahkan hingga Februari karena masih berada di puncak musim penghujan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....