Belajar dari Gagal, Cara Baru Mempersiapkan Mental Anak
- 31 Jan 2026 21:08 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Jakarta — Kegagalan masih kerap dianggap sebagai sesuatu yang harus dihindari dalam dunia pendidikan. Padahal, dalam kehidupan nyata, kegagalan justru menjadi bagian penting dari proses belajar dan pengembangan diri.
Pandangan ini dibahas dalam kanal YouTube Maudy Ayunda melalui episode The Learning Game: Belajar Bisa Asyik?!, yang mengulas gagasan Ana Lorena Fabrega tentang pentingnya mengajarkan anak untuk berani gagal dan berhenti pada waktu yang tepat.
Dalam buku tersebut, kegagalan dipandang sebagai sarana untuk mengenali kemampuan diri, memahami batasan, serta belajar mengambil keputusan. Anak-anak didorong untuk mencoba berbagai hal tanpa takut salah atau dihukum karena kegagalan.
Fabrega juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam mendampingi anak menghadapi kegagalan. Orang tua disarankan berbagi pengalaman gagal, menggunakan kisah inspiratif, serta memberi ruang refleksi agar anak memahami proses, bukan hanya hasil.
Selain itu, anak perlu diberi kesempatan untuk memimpin proses belajarnya sendiri. Dengan melibatkan anak dalam pengambilan keputusan, memberikan pilihan, serta merespons usaha mereka secara spesifik, anak akan tumbuh lebih mandiri dan percaya diri.
Maudy menilai pendekatan ini relevan tidak hanya bagi anak sekolah, tetapi juga bagi orang dewasa yang ingin memperbaiki cara belajar. Pendidikan tidak lagi sekadar persiapan ujian, melainkan bekal menghadapi kehidupan sesungguhnya.