Fakta Pencapaian Usia 100 Tahun Kebanyakan Perempuan
- 29 Sep 2025 18:03 WIB
- Bandar Lampung
KBRN, Bandar Lampung : Jumlah penduduk berusia 100 tahun ke atas (centenarians) di Jepang mencapai rekor tertinggi. Ini adalah tahun ke-55 berturut-turut Jepang, yang terkenal dengan umur panjangnya, mencapai tonggak sejarah ini.
Menurut data Kementrian Kesehatan Jepang, per 1 September 2025, negara ini memiliki 99.763 centenarian, naik 4.644 dari tahun sebelumnya. Sebagian besar (88 persen) dari mereka adalah perempuan.
Perempuan tertua di Jepang adalah Kagawa Shigeko yang berusia 114 tahun, dan laki-laki tertua adalah Mizuno Kiyotaka yang berusia 111 tahun.Data dari populasi global dan lembaga seperti PBB dan World Bank secara konsisten menunjukkan bahwa perempuan hidup lebih lama daripada laki-laki. Rasio perbandingannya seringkali sekitar 85:15, artinya dari 100 centenarian, sekitar 85 di antaranya adalah perempuan dan hanya 15 yang laki-laki.
Ada beberapa faktor yang dinilai cukup berperan, antara lain adalah faktor biologis seperti peran hormon estrogen dan metabolisme tubuh yang lebih efisien.Faktor lain yang berpengaruh besar adalah perilaku dan gaya hidup perempuan yang cenderung tidak beresiko. Secara statistik laki-laki lebih cenderung terlibat dalam perilaku yang berisiko tinggi, seperti merokok, konsumsi alkohol berlebihan, dan pekerjaan berbahaya.
Perbedaan kebiasaan dan cara perempuan mengelola kesehatan juga menjadi faktor penting:
Tingkat Perilaku Berisiko Rendah: Secara statistik, laki-laki cenderung lebih sering terlibat dalam perilaku yang berisiko tinggi (misalnya, mengemudi secara agresif, melakukan pekerjaan yang lebih berbahaya, atau terlibat dalam kekerasan fisik) yang meningkatkan risiko kematian akibat kecelakaan atau cedera.
Kebiasaan Merokok dan Alkohol: Secara global, laki-laki memiliki tingkat merokok dan konsumsi alkohol yang lebih tinggi dibandingkan perempuan. Kedua kebiasaan ini secara langsung meningkatkan risiko kanker, penyakit jantung, dan penyakit paru-paru.
Kesadaran dan Pemeriksaan Kesehatan: Perempuan umumnya lebih proaktif dalam mencari pertolongan medis dan menjalani pemeriksaan kesehatan rutin. Kebiasaan ini memungkinkan deteksi dini dan penanganan penyakit, yang sangat krusial untuk memperpanjang usia.
Pengelolaan Stres dan Jaringan Sosial: Perempuan cenderung lebih terbuka dalam mengungkapkan kekhawatiran dan stres dengan orang lain ("curhat"), sementara laki-laki sering kali memendam masalah. Jaringan sosial yang kuat terbukti berkaitan dengan tingkat stres yang lebih rendah dan harapan hidup yang lebih panjang.