Distribusi Makan Bergizi di Lampung Maksimal 30 Menit agar Tak Basi
- 11 Mar 2026 13:35 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung – Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Provinsi Lampung menekankan pentingnya ketepatan waktu dalam mendistribusikan makanan ke lokasi sasaran. Berdasarkan petunjuk teknis, jarak tempuh pengiriman dari dapur menuju sekolah atau pemukiman warga tidak boleh melebihi waktu 30 menit.
Ketua Pelaksana Satgas MBG Lampung, Saipul, menjelaskan bahwa batas waktu tersebut sangat krusial untuk menjaga kualitas dan keamanan pangan. Radius distribusi maksimal sejauh 6 kilometer menjadi standar utama agar makanan yang dimasak tidak mengalami penurunan kualitas atau basi saat dikonsumsi.
Tantangan distribusi di wilayah pedesaan di Lampung terasa lebih berat dibandingkan dengan wilayah perkotaan yang memiliki akses jalan lebih mulus. Petugas pengirim di beberapa titik bahkan harus menggunakan sepeda motor atau perahu untuk menjangkau lokasi-lokasi yang sulit diakses kendaraan roda empat.
“Sasaran dia tidak boleh lebih kalau dalam juknis itu tidak boleh lebih dari 6 kilo atau 30 menit biar gak basi,” ujar Saipul, Rabu 11 Maret 2026.
Kondisi geografis yang beragam, mulai dari jalan tanah yang becek saat hujan hingga menyeberangi perairan, menjadi bagian dari perjuangan harian para petugas. Pemerintah terus berupaya mendekatkan posisi dapur dengan sasaran agar risiko kerusakan makanan akibat keterlambatan pengiriman dapat diminimalisir.
Pengawasan ketat dilakukan mulai dari proses masak hingga makanan benar-benar sampai ke tangan siswa, ibu hamil, maupun balita. Setiap dapur diwajibkan memiliki manajemen logistik yang handal guna memastikan rantai distribusi tetap berjalan sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Melalui standar distribusi yang cepat ini, diharapkan program pemenuhan gizi nasional di Lampung dapat memberikan manfaat maksimal bagi kesehatan masyarakat. Sinergi antara pengelola dapur dan tenaga pengantar menjadi kunci utama keberhasilan program ini di lapangan.