Teater Jurnalis Perempuan Angkat Kisah Penyintas Bencana Sumatera

  • 10 Mar 2026 13:54 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung - Peringatan International Women Day 2026 di Kota Medan diisi dengan pementasan teater bertajuk “Ketika Air Datang, Perempuan Bertahan”. Pertunjukan digelar di Auditorium Bung Karno Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda, Sabtu (7/3/2026). Teater ini menghadirkan kisah penyintas bencana di Sumatera melalui kolaborasi jurnalis perempuan dan seniman.

Kegiatan digagas Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) sebagai bentuk kepedulian terhadap korban bencana. Pementasan juga sejalan dengan tema International Women Day 2026 dari UN Women, yakni “Rights. Justice. Action. For All Women and Girls”. Melalui panggung teater, cerita para penyintas kembali disuarakan kepada publik.

Ketua Umum FJPI Khairiah Lubis menjelaskan pementasan ini mengusung konsep performance journalism atau jurnalisme pertunjukan. Menurutnya, pendekatan ini memberi ruang baru bagi jurnalis untuk menyampaikan pesan kemanusiaan. “Ini kreativitas baru di dunia jurnalisme. Pesan jurnalistik tidak hanya disampaikan lewat televisi, radio, koran, atau media online, tetapi juga lewat pertunjukan seni,” kata Khairiah.

Ia menyebut ide pementasan muncul setelah jurnalis turun langsung meliput bencana di Sumatera. Para jurnalis melihat kondisi korban yang masih berjuang di pengungsian. Hingga awal Ramadan, sekitar 13 ribu warga terdampak masih tinggal di tenda atau rumah rusak.

“Sekarang suara mereka jarang terdengar di media. Padahal dampak bencana belum selesai dan para penyintas masih membutuhkan perhatian,” ujar Khairiah.

Pementasan melibatkan sekitar 20 pemain dari berbagai latar belakang. Lima di antaranya merupakan jurnalis perempuan yang turut tampil di panggung. Kegiatan juga dilengkapi pameran foto bencana sebagai upaya mengingatkan publik pada kondisi penyintas serta menggalang donasi kemanusiaan.

Rekomendasi Berita