Bumiloka Ajak Generasi Muda Bergerak Jaga Bumi
- 27 Feb 2026 16:10 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandar Lampung – Kesadaran lingkungan di kalangan generasi muda dinilai menjadi kunci menghadapi krisis bumi yang kian nyata. Muhammad Rofiqul Anam dari komunitas Bumi Loka Indonesia menegaskan perubahan besar justru berawal dari langkah sederhana yang konsisten.
Menurut Rofiq, banyak anak muda masih menganggap isu lingkungan sebagai persoalan jauh, padahal dampaknya sudah terasa dalam kehidupan sehari-hari, bahkan hingga rantai makanan manusia.
“Kerusakan lingkungan itu bukan isu jauh, tapi sudah kita rasakan langsung,” ujarnya.
Ia mencontohkan sampah plastik yang terurai menjadi partikel mikro dapat masuk ke tubuh biota laut dan akhirnya dikonsumsi manusia. Kondisi ini, kata dia, menunjukkan persoalan lingkungan sudah berada sangat dekat dengan kehidupan masyarakat.
Rofiq juga menyinggung dunia saat ini menghadapi triple planetary crisis yang meliputi perubahan iklim, polusi, dan krisis keanekaragaman hayati. Aktivitas manusia disebut sebagai faktor utama yang mempercepat ketiga krisis tersebut. Karena itu, generasi Z dipandang memiliki posisi strategis sebagai motor perubahan.
Melalui Bumi Loka Indonesia, ia bersama tim mendorong edukasi lingkungan, pendidikan masyarakat, serta kegiatan sosial berbasis anak muda. Salah satu program yang dijalankan adalah Taman Baca Masyarakat di wilayah Kemiling, Bandar Lampung, untuk menanamkan kepedulian lingkungan sejak usia dini.
“Perubahan itu dimulai dari behavior, lalu menjadi habit, dan akhirnya culture. Kalau sudah jadi budaya, itu yang bertahan lama,” ucap Rofiq, menjelaskan.
Komunitas tersebut juga membuka kesempatan relawan secara berkala dengan sistem berbasis proyek. Aktivitas yang dilakukan mencakup edukasi pengelolaan sampah, penanaman pohon, hingga pemberdayaan UMKM berbasis daur ulang.
Di akhir, Rofiq mengingatkan bumi tidak membutuhkan segelintir orang yang hidup hijau secara sempurna, melainkan jutaan orang yang bergerak lewat aksi kecil yang dilakukan bersama.
“Jangan tunggu aksi besar untuk mulai peduli. Hal kecil yang konsisten justru yang paling berdampak,” katanya, mengakhiri.