Delaying System Disiapkan Antisipasi Puncak Arus Mudik di Bakauheni

  • 17 Feb 2026 16:58 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung: Pemerintah Provinsi Lampung bersama Kementerian Perhubungan menggelar Rapat Koordinasi Persiapan Angkutan Lebaran 2026 di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur Lampung, Selasa 17 Februari 2026. Salah satu fokus utama dalam rakor tersebut adalah kesiapan sektor penyeberangan Bakauheni yang menjadi titik krusial arus mudik dan balik Idul Fitri 1447 Hijriah.

Dalam kesempatan itu Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung Bambang Sumbogo menyampaikan pada Lebaran sebelumnya terjadi kenaikan pergerakan penumpang sekitar 10 persen di seluruh moda transportasi. Namun, tantangan terbesar tetap berada pada sektor penyeberangan di Pelabuhan Bakauheni.

Ia menjelaskan, pada periode puncak, lonjakan penumpang di Bakauheni dapat meningkat berkali lipat dibanding hari normal. Karena itu, strategi delaying system disiapkan melalui 10 titik buffer zone di jalan tol dan arteri untuk mengendalikan arus kendaraan menuju pelabuhan.

Selain itu, penerapan geofencing dan tiket elektronik Ferizy akan diperkuat. Dengan sistem ini, kendaraan yang belum memiliki tiket tidak dapat memasuki area pelabuhan dalam radius tertentu.

“Dengan geofencing, pelabuhan menjadi lebih tertib dan bersih dari praktik calo. Kendaraan yang masuk sudah pasti memiliki tiket,” ujar Bambang.

Ia menambahkan, penguatan pengendalian arus kendaraan menuju pelabuhan menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah penumpukan kendaraan, sekaligus memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman, nyaman, dan lancar.

Rekomendasi Berita