Kisah Heroik Malahayati akan Tampil pada HUT ke-79 RI

  • 06 Jul 2024 07:54 WIB
  •  Banda Aceh

KBRN, Banda Aceh : Kodam Iskandar Muda akan mempersembahkan drama kolosal tentang kisah heroik Laksamana Keumala Hayati pada HUT ke-79 RI yang dijatuh 17 Agustus mendatang. Drama kolosal tentang perjuangan Pahlawan perempuan asal Aceh itu akan digelar di Lapangan Blang Padang Banda Aceh.

Panglima Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Pangdam IM) Mayjen TNI Niko Fahrizal dalam siaran pers yang diterima RRI menyampaikan, drama kolosal Laksamana Keumala Hayati akan digelar dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2024. Panglima menyebut, semua pemeran pada penampilan darma tersebut akan dilakoni oleh prajurit Kodam IM, baik sebagai pemeran Laksamana Keumala Hayati, pasukan Inong balee, dan pemeran lainnya.

"Kisah Heroik Pahlawan Aceh Laksamana Malahayati sebagai laksamana perempuan pertama di dunia ini kita tampilkan sebagai penghargaan kepada pahlawan Nasional yang berasal dari Aceh. Kisah pahlawan Aceh yang dijuluki Singa Betina ini akan ditampilkan dengan konsep drama kolosal, dengan kolaborasi tari, gerak bela diri dan musik," kata Pangdam.

Lalu siapakah sosok Laksamana Keumala Hayati ? RRI akan mengulas tentang sepak terjang Pahlawan nasional ini.

Laksamana Keumala Hayati, lebih dikenal sebagai Malahayati, adalah salah satu pahlawan besar dari Aceh yang dikenal karena keberanian dan kepemimpinannya dalam melawan penjajah kolonial di abad ke-16. Sebagai laksamana wanita pertama dalam sejarah maritim dunia, Malahayati tidak hanya menjadi simbol keberanian bagi perempuan Indonesia tetapi juga sebagai ikon perlawanan terhadap penjajahan.

Malahayati lahir pada tahun 1550 atau pada abad ke-16 di Kesultanan Aceh, sebuah kerajaan Islam yang kuat di ujung barat pulau Sumatera. Ayahnya, Laksamana Mahmud Syah, adalah seorang laksamana terkemuka, dan kakeknya, Sultan Salahuddin Syah, adalah sultan Aceh. Dari latar belakang keluarganya yang terlibat dalam militer dan pemerintahan, Malahayati memperoleh pendidikan militer dan maritim yang kuat sejak kecil.

Wanita yang dijuluki Singa Betina ini mulai dikenal ketika ia memimpin pasukan Inong Balee, sebuah armada yang terdiri dari para janda pejuang yang suami mereka gugur dalam pertempuran melawan Portugis. Inong Balee berarti "wanita janda," dan armada ini menjadi salah satu kekuatan utama dalam pertahanan maritim Aceh.

Malahayati menunjukkan kepemimpinan dan taktik yang luar biasa dalam berbagai pertempuran melawan Portugis. Salah satu momen penting dalam kariernya adalah ketika ia memimpin armada Aceh dalam pertempuran laut melawan armada Portugis pada akhir abad ke-16. Keberaniannya dalam pertempuran ini membuatnya diangkat menjadi laksamana oleh Sultan Aceh.

Selain melawan Portugis, Malahayati juga memimpin pasukan Aceh melawan Belanda. Pada tahun 1599, Malahayati berhasil mengalahkan Cornelis de Houtman, seorang kapten Belanda yang mencoba menjajah Aceh. Pertempuran ini memperkuat posisi Aceh sebagai kekuatan maritim yang tangguh di wilayah tersebut.

Selain berperang, Malahayati juga terlibat dalam diplomasi. Ia menjalin hubungan dengan berbagai kerajaan dan negara asing, termasuk Kesultanan Ottoman. Keahlian diplomasi Malahayati membantu mempertahankan kedaulatan Aceh dan memperkuat posisinya dalam perdagangan internasional.

Kini, Laksamana Malahayati dikenang sebagai pahlawan nasional yang memperjuangkan kemerdekaan dan kedaulatan Indonesia dari penjajah. Pada tahun 2017, pemerintah Indonesia secara resmi mengakui Malahayati sebagai Pahlawan Nasional. Pengakuan ini adalah penghormatan atas kontribusinya dalam mempertahankan kedaulatan Aceh dan melawan penjajah.

Nama Malahayati diabadikan dalam berbagai nama jalan, termasuk Pelabuhan terbesar di Aceh yaitu Pelabuhan Malahayati di Krueng Raya Aceh Besar. Laksamana Keumala Hayati juga menjadi simbol keberanian dan inspirasi bagi perempuan Indonesia. Kepemimpinannya dalam militer menunjukkan bahwa perempuan juga bisa memainkan peran penting dalam pertahanan dan perjuangan bangsa.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....