Sange, Warisan Budaya Aceh yang Masih Eksis

  • 09 Mei 2024 22:40 WIB
  •  Banda Aceh

KBRN, Banda Aceh: Sange merupakan suatu benda yang berbentuk tudung saji, sebagai perlengkapan rumah tangga yang dipakai untuk menutup makanan. Bagi masyarakat Aceh sange tidak asing lagi karena setiap rumah warga Aceh terdapat benda tersebut.

Dikutip dari situasi.co.id, bahan baku untuk membuat sange adalah daun nipah yang dibungkus kain beldu dengan warna mencolok seperti kuning, merah, dan hijau. Sedangkan sekeliling sange juga dihiasi dengan manik-manik atau payed berbentuk motif khas Aceh seperti pintu Aceh dan berbagai motif bunga.

Ditinjau secara luas, sange tidak hanya dipakai untuk keperluan sehari-hari, akan tetapi pemakaiannya juga berkaitan dengan waktu tertentu. Seperti pada acara adat perkawinan Aceh, pada acara perayaan maulid, dan pada acara Peusijuek dan lain-lain.

Sange memiliki nilai simbolis dalam budaya Aceh, ini sering sekali dianggap simbol kehormatan dan kesopanan. Sange yang digunakan pada upacara adat dan pernikahan sebagai bagian dari hiasan tradisional, yang melambangkan kekayaan, keberuntungan dan kebahagiaan.

Dengan demikian, sange bukan hanya sekedar barang rumah tangga biasa bagi warga Aceh dalam kehidupannya. Kehadirannya tidak hanya memperindah meja makan, tetapi juga mengingatkan warisan budaya yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Aceh.

(Sumber:situasi.co.id)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....