Menjelajahi Masjid Terapung Tanjong Bungah, Ikon Wisata Religi Penang
- 07 Sep 2026 15:37 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh - Di tepi Selat Pulau Pinang, berdiri sebuah bangunan putih megah yang seolah mengambang di atas air. Itulah Masjid Terapung Tanjong Bungah, destinasi yang kini menjadi magnet wisatawan dari seluruh dunia.
Masjid ini awalnya dibangun tahun 2003 untuk menggantikan Masjid Jamek Tanjong Bungah yang sudah tak lagi memadai. Pembangunannya juga menjadi jawaban atas kebutuhan warga setempat, terutama pasca relokasi para penyintas tsunami ke kawasan sekitar.
Perjalanan sejarahnya cukup panjang hingga mencapai status istimewa seperti sekarang. Pada 16 Maret 2007, masjid ini diresmikan langsung oleh mantan Perdana Menteri Malaysia, Tun Abdullah Ahmad Badawi.
Empat belas tahun kemudian, tepatnya 10 Desember 2021, statusnya naik menjadi Masjid Daerah Timur Laut. Penetapan ini diumumkan langsung oleh Yang di-Pertua Negeri Pulau Pinang, Tun Ahmad Fuzi Abdul Razak.
Dari sisi arsitektur, masjid ini menyuguhkan perpaduan gaya yang jarang ditemui di tempat lain. Desain keseluruhannya mengadopsi gaya Asia Barat khas Turki, lengkap dengan detail yang begitu memanjakan mata.
Kubahnya pun bukan sekadar pemanis visual belaka. Bentuknya dirancang aerodinamis agar selaras dengan karakter lingkungan laut di sekitar Selat Pulau Pinang.
Bagian mihrabnya menghadirkan sentuhan seni ukir Arab yang begitu detail. Desainnya terinspirasi langsung dari mihrab Masjid Nabawi di Madinah Al-Munawwarah, tempat suci yang penuh makna bagi umat Islam.

Tak kalah menarik, mimbar masjid ini mengambil ilham dari desain mimbar masjid-masjid di Turki. Sentuhan lokal tetap hadir lewat ukiran bermotif bunga dan tumbuhan khas.
Dengan luas bangunan mencapai 1.295 meter persegi, masjid ini sanggup menampung hingga 1.500 jemaah sekaligus. Seluruh proyek pembangunannya menelan biaya sekitar RM15 juta, angka yang sepadan dengan kemegahan yang dihasilkan.
Popularitas masjid ini terbukti nyata lewat data kunjungan sepanjang 2025. Wisatawan asal China tercatat mendominasi dengan 654 pengunjung, disusul Taiwan dan Prancis di posisi berikutnya.
Menariknya, dari total kunjungan yang tercatat, mayoritas wisatawan datang murni untuk tujuan wisata. Sebanyak 2.659 orang mengaku berkunjung untuk traveling, jauh melampaui angka kunjungan untuk pendidikan maupun urusan kerja.
Tidak berlebihan kalau masjid ini disebut lebih dari sekadar rumah ibadah. Kehadirannya telah menjelma menjadi ikon wisata Islam yang diakui secara internasional, sekaligus bukti bahwa arsitektur religi bisa berpadu indah dengan daya tarik pariwisata modern.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....