Disbudpar Ajak Pelaku Usaha Jaga Citra Wisata Islami Aceh
- 24 Jun 2026 02:54 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh mengajak masyarakat dan pelaku usaha untuk mendukung pengembangan wisata ramah muslim yang selama ini menjadi identitas pariwisata Aceh. Dukungan tersebut dinilai penting agar citra Aceh sebagai destinasi wisata berbasis nilai-nilai Islam tetap terjaga dan semakin diminati wisatawan.
Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Disbudpar Aceh, Ismail, mengatakan masyarakat tidak perlu memandang sektor pariwisata sebagai sesuatu yang negatif. Sebaliknya, pariwisata dapat menjadi instrumen penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah apabila dikelola sesuai dengan nilai budaya dan syariat Islam yang berlaku di Aceh.
"Dukungan masyarakat dan pelaku usaha sangat penting. Pelaku usaha juga diharapkan tidak menyediakan atau memfasilitasi kegiatan yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam sehingga konsep wisata ramah muslim dapat berjalan sebagaimana mestinya," kata Ismail dalam program Banda Aceh Menyapa bersama RRI Banda Aceh, Senin 22 Juni 2026.
Menurutnya, pengembangan wisata ramah muslim di Aceh telah menunjukkan hasil positif sejak 2016, ketika Aceh mulai dikenal luas melalui berbagai penghargaan di tingkat nasional maupun internasional sebagai destinasi yang ramah bagi wisatawan muslim. Pencapaian tersebut menjadi modal penting dalam memperkuat citra Aceh di sektor pariwisata.
Ismail menjelaskan, meningkatnya pengakuan terhadap Aceh sebagai destinasi wisata ramah muslim turut berdampak pada pertumbuhan jumlah kunjungan wisatawan dari tahun ke tahun. Kondisi itu tidak hanya menguntungkan pelaku usaha pariwisata, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dan perekonomian masyarakat secara luas.
"Pariwisata memiliki efek berganda atau multiplier effect. Dampaknya tidak hanya dirasakan pelaku wisata, tetapi juga sektor ekonomi lainnya seperti usaha kuliner, transportasi, penginapan, hingga pelaku usaha mikro dan kecil di daerah," ujarnya.
Untuk itu, Disbudpar Aceh mengajak masyarakat kembali menghidupkan nilai budaya Aceh yang dikenal dengan semboyan Peumulia Jamee Adat Geutanyoe atau memuliakan tamu sebagai bagian dari adat istiadat masyarakat Aceh. Sikap ramah dan pelayanan yang baik kepada wisatawan dinilai menjadi faktor penting dalam menciptakan pengalaman positif bagi para pengunjung.
Ismail berharap kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha dapat semakin memperkuat posisi Aceh sebagai salah satu destinasi wisata ramah muslim unggulan di Indonesia. Dengan dukungan seluruh pihak, Aceh diyakini berpotensi menjadi percontohan pengembangan pariwisata berbasis nilai-nilai Islam sekaligus tujuan favorit wisatawan muslim dari berbagai daerah maupun mancanegara.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....