Generasi Muda Dorong Wisata Aceh Mendunia lewat Konten Digital
- 24 Jun 2026 02:58 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh – Generasi muda dinilai memiliki peran strategis dalam mempromosikan potensi pariwisata Aceh melalui berbagai platform digital. Tren pembuatan konten wisata yang berkembang di media sosial dinilai mampu memperkenalkan destinasi-destinasi unggulan maupun lokasi tersembunyi (hidden gem) kepada khalayak yang lebih luas.
Duta Siswa Pariwisata Aceh 2025, Maritza Danesh Fazilla, mengatakan ketertarikan generasi muda terhadap destinasi wisata Aceh terus meningkat seiring berkembangnya tren konten digital. Menurutnya, banyak tempat wisata kini menjadi populer karena sering muncul dalam unggahan media sosial, terutama destinasi alam yang menawarkan panorama menarik untuk dijadikan konten.
"Anak-anak muda sekarang cenderung mengikuti tren. Ketika ada tempat wisata yang viral, mereka tertarik untuk datang, berkunjung, dan membuat konten. Misalnya saat tren menikmati senja di pantai, banyak anak muda berkumpul untuk mengabadikan momen dan membagikannya di media sosial," ujarnya dalam Talk Show RRI Pro 2 Banda Aceh bertema "Generasi Muda Angkat Wisata Aceh Konten Digital" Selasa 23 Juni 2026.
Sementara itu, Travel Content Creator Fitria Belangi menilai wisata alam masih menjadi daya tarik utama bagi audiens digital. Berdasarkan pengalamannya membuat konten, destinasi-destinasi hidden gem yang belum banyak diketahui masyarakat justru sering menarik perhatian dan berpotensi viral setelah dipublikasikan melalui media sosial.
Menurut Fitria, kekayaan alam menjadi salah satu keunggulan utama Aceh dibandingkan daerah lain. Meski demikian, minat generasi muda terhadap wisata budaya dan sejarah juga mulai tumbuh, terutama setelah berbagai museum dan lokasi bersejarah menghadirkan konsep yang lebih modern dan interaktif.
Senada dengan itu, Agam Banda Aceh 2025, Sagtu Aprilian, menilai sektor pariwisata Aceh mengalami perkembangan yang signifikan dalam dua dekade terakhir. Ia menyebut berbagai destinasi wisata, mulai dari wisata alam, religi, hingga kuliner, kini semakin tertata dan didukung infrastruktur yang lebih baik.
| Baca juga: Warisan Tanoh Rencong yang Tak Boleh Hilang |
Ia mencontohkan sejumlah museum di Banda Aceh yang telah memanfaatkan teknologi visual digital untuk memberikan pengalaman yang lebih mendalam kepada pengunjung. Inovasi tersebut dinilai mampu menarik minat generasi muda yang terbiasa dengan teknologi dan media visual.
Meski demikian, Maritza mengingatkan para pembuat konten untuk tetap memperhatikan norma dan etika saat mengunjungi destinasi wisata, khususnya lokasi-lokasi yang berada di kawasan terpencil atau memiliki nilai budaya tertentu. Menurutnya, penting bagi wisatawan untuk berkoordinasi dengan masyarakat setempat serta menghormati adat dan kearifan lokal sebelum mengeksplorasi suatu kawasan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....