Rumah Cut Nyak Dhien Ramai Dikunjungi Wisatawan

  • 30 Mar 2026 10:29 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Objek wisata bernilai sejarah masih sangat diminati, untuk ditelusuri oleh berbagai kalangan termasuk Rumah Cut Nyak Dhien, yang berlokasi di Jalan Banda Aceh – Meulaboh, tepatnya Desa Lampisang, Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar.

Juru Pelihara Cagar Budaya, Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah 1 Aceh, Sarino menjelaskan rumah ini merupakan replica dari bentuk asli, dibangun pada tahun 1981. Selanjutnya diresmikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Fuad Hasan pada 4 Februari 1987. Adapun pembangunan kembali rumah milik Cut Nyak Dhien dan Teuku Umar setelah digranat oleh Belanda hingga rata dengan tanah, dimaksudkan untuk mengenang jasa kepahlawanan.

“Selain ramai dikunjungi wisatawan domestic dari berbagai Kabupaten/Kota maupun luar provinsi, juga didominasi wisatawan asal Malaysia. Pada perayaan momentum libur Idulfitri, rumah ini juga ramai didatangi oleh berbagai kalangan,” jelasnya pada Senin, 30 Maret 2026.

Bangunan rumah mewakili bentuk rumah tradisional masyarakat Aceh, pada masa silam yang disebut Rumoh Aceh. Rumah tradisional Aceh, pada umumnya terbagi menjadi tiga ruangan yakni Seuramoe Keu (Serambi depan), Seuramoe Teungoh (Serambi Tengah) dan Seuramoe Likot (Serambi belakang), dengan fungsi dan nilainya masing-masing, sesuai dengan budaya yang ada dalam masyarakat Aceh.

Khusus rumah Cut Nyak Dhien, penempatan ruangan berbeda dari rumah Aceh pada umumnya. Ruangan depan terdapat dua kamar Wanita (kamar dayang-dayang), sisi kanan dan kiri menjadi ruang terbuka untuk berkumpul. Di sepanjang dinding kedua ruangan, dipajang foto-foto hitam putih masa colonial. Terdapat juga foto Cut Nyak Dhien pada saat ditawan oleh Belanda sebelum diasingkan ke Sumedang, Jawa Barat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....