Petaling Street Malaysia, Pesona Kuliner dan Budaya Tionghoa

  • 26 Sep 2025 10:29 WIB
  •  Banda Aceh

KBRN, Banda Aceh: Bagi wisatawan yang ingin merasakan denyut kehidupan malam Kuala Lumpur dengan nuansa Tionghoa yang kental, Petaling Street di kawasan Chinatown menjadi destinasi yang tak boleh dilewatkan. Jalan legendaris yang dikenal sebagai pusat perniagaan dan kuliner ini selalu ramai oleh wisatawan lokal maupun mancanegara, terutama saat sore hingga malam hari. Aroma masakan khas Tionghoa, lampion merah yang berderet, serta kios-kios yang menjual beragam suvenir menjadikan kawasan ini ikon budaya dan belanja kota.

Petaling Street bukan sekadar tempat berbelanja, tetapi juga menyimpan sejarah panjang komunitas Tionghoa di Malaysia. Kawasan ini sudah ada sejak akhir abad ke-19 ketika para pendatang Tionghoa menetap dan membuka usaha dagang. Hingga kini, nuansa klasiknya tetap terjaga meskipun modernisasi merambah. Bangunan tua bercorak arsitektur kolonial dan papan nama toko beraksara Mandarin masih berdiri kokoh, menghadirkan suasana nostalgia bagi setiap pengunjung.

Selain berburu suvenir, pengunjung dapat menemukan aneka kuliner legendaris yang menggoda selera. Mulai dari dim sum, mie khas Tiongkok, hingga hidangan lokal Malaysia seperti nasi lemak dan satay, semuanya tersedia di sepanjang jalan. “Kalau saya datang ke sini, biasanya untuk mencicipi makanan yang hanya bisa ditemukan di Petaling Street. Ada rasa tradisional yang tidak berubah sejak saya kecil,” ungkap Hamid, seorang warga asli Malaysia saat diwawancara RRI, Minggu, (7/9/2025).

Hamid menambahkan bahwa suasana Petaling Street selalu membuatnya rindu untuk kembali. “Saya suka suasananya yang ramai dan penuh warna. Walaupun sekarang sudah banyak turis, tetap terasa seperti dulu. Apalagi kalau datang malam-malam, lampion merahnya sangat cantik,” ujarnya sambil tersenyum. Baginya, Petaling Street bukan sekadar tempat belanja, tetapi juga ruang nostalgia dan pertemuan berbagai budaya.

Tidak hanya makanan dan belanja, Petaling Street juga terkenal sebagai pusat penjualan barang-barang unik dengan harga terjangkau. Dari pakaian, tas, jam tangan, hingga aksesori, semua bisa ditawar dengan harga bersahabat. Aktivitas tawar-menawar menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin merasakan pengalaman belanja tradisional khas Asia. Penjual di sini pun ramah dan terbiasa melayani pengunjung dari berbagai negara.

Keunikan lainnya adalah keberadaan kuil-kuil tua di sekitar Petaling Street, seperti Kuil Sri Mahamariamman yang megah dan Kuil Guan Di yang bersejarah. Kedua kuil ini menjadi simbol toleransi dan keragaman agama yang telah lama hidup berdampingan di Kuala Lumpur. Wisatawan dapat singgah sejenak untuk merasakan ketenangan spiritual di tengah hiruk-pikuk pasar malam.

Akses menuju Petaling Street sangat mudah. Kawasan ini dapat dijangkau dengan berjalan kaki dari Stasiun LRT Pasar Seni atau melalui berbagai jalur transportasi umum lainnya. Pemerintah kota juga terus berupaya menjaga kebersihan dan keamanan area ini agar tetap nyaman dikunjungi oleh wisatawan. Upaya pelestarian ini membuat Petaling Street tetap menjadi magnet bagi siapa pun yang ingin menikmati wajah multikultural Kuala Lumpur.

Menurut Hamid Bagi pelancong yang mencari pengalaman otentik, Petaling Street menawarkan kombinasi sempurna antara sejarah, kuliner, dan budaya.

“Setiap kali datang ke sini, saya merasa seperti pulang ke masa lalu, tapi tetap menikmati kehidupan modern Kuala Lumpur.” ujarnya.

Dengan pesona tak lekang waktu, Petaling Street tetap menjadi salah satu destinasi wisata paling ikonik di jantung ibu kota Malaysia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....