Regulasi dan Lifeguard Wajibkan Wisata Aman di Aceh

  • 04 Jul 2025 18:42 WIB
  •  Banda Aceh

KBRN, Banda Aceh: Keindahan pantai-pantai di Aceh, khususnya kawasan Lhoknga dan Lampuuk, menyimpan daya tarik luar biasa bagi wisatawan. Namun, di balik pesonanya, tersembunyi ancaman serius yang memerlukan perhatian semua pihak. Dalam dialog “Banda Aceh Pagi” yang disiarkan oleh RRI Pro 1 Banda Aceh, Kamis (3/7/2025), para pemangku kepentingan menekankan pentingnya membangun kesadaran bersama demi terwujudnya wisata aman di Aceh.

Ketua DPRK Aceh Besar, Abdul Mucthi, menyebutkan bahwa sektor pariwisata merupakan industri yang menjanjikan dan harus dijaga bersama. Ia mendorong agar pemerintah daerah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan wisata, termasuk memperbarui regulasi yang mengatur keselamatan wisatawan.

“Ada lima langkah yang harus segera kita dorong, termasuk penguatan regulasi dan penyediaan papan peringatan di kawasan rawan. Kita perlu sadar bahwa keselamatan bukan sekadar tanggung jawab pengelola, tetapi komitmen bersama,” ujar Abdul Mucthi.

Ia juga menyebutkan bahwa Pariwisata adalah wajah Aceh, jika dikelola dengan baik dan aman, hal ini akan menjadi industri unggulan yang tidak hanya mengangkat ekonomi, akan tetapi juga menjadi citra daerah.

Sementara itu, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banda Aceh, Ibnu Harris Al Husain, S.Si., M.Si, mengungkapkan keprihatinannya terhadap masih terjadinya kecelakaan laut di sejumlah pantai. Ia menyoroti lemahnya pengawasan dan minimnya kehadiran tim penyelamat di lapangan.

“Pantai Lhoknga menjadi contoh lokasi yang berulang kali memakan korban. Kita sudah lakukan pelatihan penyelamatan untuk pelaku wisata, tapi kesadaran publik dan pengelola masih rendah,” tegas Ibnu Harris.

Hal senada juga disampaikan oleh pelaku usaha wisata, Zulfitri, pemilik Joel’s Bungalows di Lampuuk. Menurutnya, upaya penyelamatan tidak cukup hanya dilakukan setelah insiden terjadi, tetapi harus dilakukan secara preventif.

“Sudah saatnya setiap destinasi wisata memiliki lifeguard yang berjaga penuh. Bisa dibiayai dari tiket masuk. Kalau pengunjung pakai life jacket, risiko tenggelam bisa diminimalisir,” katanya.

Zulfitri juga menegaskan bahwa keselamatan adalah investasi jangka panjang dalam membangun kepercayaan wisatawan. Ia berharap pemerintah daerah serius menyusun regulasi teknis dan mengalokasikan anggaran khusus untuk penguatan sektor ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....